Tribun

Identitas Jenazah Tersisa Lutut Sampai Punggung Mulai Terungkap

Jenazah hanya terisa potongan lutut sampai pinggah sudah ada warga yang mengenalinya. Polisi belum yakin karena masih menunggu proses ini.

Editor: Y Gustaman
zoom-in Identitas Jenazah Tersisa Lutut Sampai Punggung Mulai Terungkap
Ilustrasi jenazah. 

Laporan Wartawan Surya, Sri Wahyunik

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Jenazah tanpa kepala di Sungai Lesti, Desa Wonokerto, Bantur, diduga bernama Wiji Winarno (30). Polisi masih menunggu hasil autopsinya.

Satu keluarga dari Desa Druju, Sumbermanjing Wetan, meyakini jenazah tersebut  adalah Wiji Winarno, tapi belum 100 persen.

Menurut polisi, jenazah yang berada di Kamar Mayat Rumah Sakit Saiful Anwar hanya tersisa potongan lutut sampai punggung. Sementara leher dan kepala, sepasang tangan dan kaki tidak ada.

“Jenis kelaminnya laki-laki,” ujar Kepala Satreskrim Polres Malang AKP Adam Purbantoro saat ditemui wartwan di Kamar Mayat Rumah Sakit Saiful Anwar, Kota Malang, Jumat (11/11/2016).

Potongan tubuh manusia itu ditemukan di endapan sungai Sungai Lesti oleh penambang pasir pukul 12.30 WIB.

Penambang tadi curiga banyak lalat di sekitar sedimentasi yang dipenuhi sampah dan semak. Ternyata potongan tubuh manusia yang menyebab banyak lalat.

Tidak lama setelah temuan potongan tubuh itu ada warga yang menyebut jenazah itu adalah Wiji Winarno. Wiji dikabarkan tenggelam di Sungai Lesti pada 16 Oktober 2016 lalu.

Dia jatuh di sungai yang berada di Desa Tawangrejeni, Turen. Jadi lokasi jatuhnya Wiji dengan lokasi penemuan mayat berjarak sekitar 10 kilometer.

Informasi yang dihimpun polisi, Wiji bersama dua tetangganya sedang memperbaiki pompa air di sumber mata air di Tawangrejeni yang mengalir sampai ke Druju. Sepekan sebelum 16 Oktober aliran air bersih di Desa Druju terganggu.

“Ternyata pompa airnya rusak. Jadi orang yang diduga korban ini bersama dua tetangganya memperbaiki pompa air itu,” lanjut Adam.

Sumber mata air itu terletak sekitar empat meter dari Sungai Lesti. Saat ngopi tidak jauh dari lokasi, dua tetangganya mendengar benda terjatuh ke sungai. Saat dicari, Wiji sudah terjatuh ke sungai.

Polisi masih mendalami penyebab Wiji terjatuh karena terpeleset atau faktor lain. Dua orang yang ikut memperbaiki pompa air sedang ngopi ketika Wiji terjatuh ke sungai.

“Kalau hilang tenggelam sekitar 25 hari, bisa jadi ada bagian tubuh yang lepas. Tapi kami perlu pastikan lagi,” Adam menambahkan.

Sementara itu, Ani Ngatiningsih meyakini jenazah itu adiknya yang tenggelam ke sungai. Ibu korban mengenali melalui celana dalam di potongan tubuh tersebut.

“Orang yang bersamanya terakhir kali juga melihat itu,” ujar Ani.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas