Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pegawai Pemkab Maros Dibacok di Kompleks Perkantoran, Rp 300 Juta Raib

Pelaku yang berboncengan dengan mengendarai satu unit motor, berhasil menggasak uang Rp 300 juta yang dipegang oleh korban.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Wahid Nurdin

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUNNEWS.COM, MAROS - Seorang PNS Pemkab Maros yang juga bendahara KONI Maros, Rahim (38) dirampok saat melintas di depan Dinas Kesehatan di kompleks perkantoran Bupati Maros, Jumat (11/11/2016) sore.

Pelaku yang berboncengan dengan mengendarai satu unit motor, berhasil menggasak uang Rp 300 juta yang dipegang oleh korban.

Rahim mengaku ditebas dua kali dengan menggunakan sebilah parang dan mengenai bagian punggung dan paha korban.

Setelah itu, korban jatuh dan bercucuran darah.

"Saat saya jatuh, kebetulan ada seorang staf BPBD Maros melintas dan melihat saya terkapar dan bersimbah darah. Staf tersebut lalu melarikan saya ke rumah sakit Salewangang," katanya saat ditemui di rumah sakit Salewangang.

Korban yang merupakan warga Dusun Bugis Lingkungan Kadieng, Kecamatan Mandai ini, melanjutkan, kondisi di sekitar lokasi memang sudah sepi, karena pegawai sudah pulang kantor.

Rekomendasi Untuk Anda

Korban dari rumahnya dan menuju ke kantor Dispori untuk membawakan sebagian uang tersebut.

Lalu sisanya juga akan diberikan ke cabang olahraga di Maros. Namun kantor Dispori sudah tutup, dia bergegas ke kantor KONI, saat itu dia ditebas.

"Ada dua pelaku dan langsung memepet saya hingga saya berhenti. Seorang pelaku  mengenakan baju garis putih langsung merampas tas saya. Tapi saya melawan, itu pelaku yang standby di atas motor langsung mengayunkan parang ke arah badan dan kena punggung saya," katanya.

Meski sudah disabet dan kesakitan, korban tetap masih berusaha mempertahankan tasnya.

Namun usahanya tersebut gagal. Pelaku kemudian menyabet paha korban sepanjang lima sentimeter.

Motor yang dikendarai korban tidak dirampas pelaku.

Sekitar pukul 16.00 wita, korban kemudian dirujuk ke RS Wahidin Makassar untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

Kapolsek Turikale AKP Abdul Rasjak membenarkan kejadian tersebut.

Pihaknya sudah mendatangi TKP dan RSUD untuk mengambil keterangan korban. Kasus tersebut sementara penyelidikan.

Sumber: Tribun Timur
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas