Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cerita Pilu TKI Bermasalah yang Dideportasi dari Malaysia

Gaji yang diperoleh hanya cukup buat makan. Bahkan pernah ada yang tak makan dan harus menahan lapar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Willem Jonata

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Dinas Sosial Kalimantan Barat menampung sementara 54 TKI bermasalah yang dideportasi, Sabtu, (12/11/2016).

Sebelumnya, mereka ditangkap petugas imigrasi Malaysia yang kemudian berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kalimantan Barat.

Cerita pilu lantas muncul dari beberapa TKI bermasalah itu selama mengadu nasib di negeri jiran, Malaysia. Iming-iming hidup sejahtera jauh panggang dari api.

Abdul Halim (30), misalnya. Warga Dusun Plenggian, Desa Banjar Bilah, Sampang, Madura, Jawa Timur itu, masuk ke Malaysia melalui PLBN Entikong pada Agustus 2015.

Empat bulan pertama ia bekerja di perkebunan sawit. Namun, upah yang diperoleh tak menentu. Kadang jauh dari apa yang dijanjikan. 

"Kadang bersihnya hampir RM 200, kadang RM 300 sampai RM 400 sebulan, cukup buat makan saja," terangnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Bahkan, ia pernah tak mendapat makanan layak. Makanya, ia melakukan berbagai cara supaya bisa bertahan hidup.

Karena itu pula, ia acapkali berpindah-pindah kerja. Ia juga sempat sebagai buruh bangunan di Kuching atas ajakan temannya.

Ia sudah sebulan bekerja sebagai buruh bangunan. Namun, belum terima gaji karena keburu ditangkap petugas imigrasi Malaysia.(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas