Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tersambar Petir Saat Naik Gunung Arjuno, M Ardiansyah Tak Bisa Bergerak, Hanya Bisa Istighfar

Jangankan berdiri, mau berteriak minta tolong pun rasanya sangat berat sekali, dan itu memang terasa sangat sulit dilakukan

Tersambar Petir Saat Naik Gunung Arjuno, M Ardiansyah Tak Bisa Bergerak, Hanya Bisa Istighfar
surya/Galih Lintartika
Korban selamat dari sambaran petir M Ardiansyah (tengah) saat menunjukkan luka bekas sambaran petir di Puskesmas Prigen. 

TRIBUNNEWS.COM, PASURUAN - Salah satu korban sambaran petir saat perjalanan turun dari Puncak Gunung Arjuno, M Ardiansyah, anggota Komunitas Pendaki Surabaya Barat (Kopsurat) mengaku hanya bisa istighfar sesaat setelah tersambar petir.

"Saya merasa tubuh saya sebagian ini mati rasa. Sulit digerakkan, apalagi tangan kiri saya," kata M Ardiansyah yang ditemui di Puskesmas Prigen, Rabu (14/12/2016) petang.

Dia mengatakan, saat itu yang dilakukannya hanya istighfar. Dalam hatinya, ia meminta perlindungan sang pencipta.

"Jangankan berdiri, mau berteriak minta tolong pun rasanya sangat berat sekali, dan itu memang terasa sangat sulit dilakukan," katanya.

Pria yang masih berstatus pelajar SMKN di salah satu sekolah kawasan Surabaya ini akhirnya menunggu teman - teman yang berada di belakangnya itu untuk membantunya.

"Saat kejadian, saya berada di barisan paling depan memang. Saya berjalan sama Bintara dan Ahmad Rifki. Mereka berdua juga sama - sama tergeletak," paparnya.

Ia mengaku membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam untuk mengumpulkan kembali tenaganya. Setelah itu, tangan dan kakinya mulai bisa digerakkkan meski belum sempurna dan masih terasa beratnya.

"Dibantu teman - teman, akhirnya saya ke pondokan dan istirahat disana. Untungnya, hujan juga sudah mulai reda," tandasnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Saat itu, kata Ardian, kondisinya memang tidak memungkinkan.

Hujan deras disertai petir. Ia dan rombongan tidak mungkin memilih berteduh di bawa pohon, karena sangat beresiko tinggi.

Akhirnya, rombongan pun memutuskan untuk menerjang hujan dan mencari tempat aman.

Sayangnya , saat proses pencarian, justru ada terjadi sebuah insiden ini.

"Tapi saya bersyukur masih diberi kesehatan. Kayaknya saya juga tidak kapok naik gunung," pungkasnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas