Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Densus 88 Geledah Kontrakan Tak Jauh dari Kantor Bupati Bandung Barat

Kontrakan yang digeledah personel Densus 88 Polri dan Brimob Polda Jabar berdekatan dengan kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Y Gustaman
zoom-in Densus 88 Geledah Kontrakan Tak Jauh dari Kantor Bupati Bandung Barat
Tribun Jabar/M Syarief Abdussalam
Densus 88 dan Brimob Polda Jabar menggeledah sebuah rumah kontrakan di Kampung Sirnagalih Nomor 46, RT 3 RW 11, Desa Sekarwangi, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (26/12/2016). TRIBUN JABAR/M SYARIEF ABDUSSALAM 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarief Abdussalam

SOREANG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Personel Densus 88 Polri dan Brimob Polda Jabar menggeledah sebuah rumah kontrakan di Kampung Sirnagalih Nomor 46, RT 3 RW 11, Desa Sekarwangi, Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (26/12/2016).

Kontrakan tersebut diduga sempat ditinggali oleh salah satu dari empat terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Kabupaten Purwakarta, Minggu (25/12//2016).

Penggeledahan ini menyedot perhatian masyarakat sekitar lokasi namun terhalang oleh garis polisi yang terbentang. Terpaksa warga hanya bisa menyaksikan dari jauh.

Lokasi penggerebekan terletak di dekat kompleks Pememerintahan Kabupaten Bandung, hanya dipisahkan oleh bentangan sawah.

Kontrakan yang digeledah tinggal sepasang suami istri, dua anak kecil. Sang istri tengah hamil tua. Keluarga tersebut terkenal baik dan bersosialisasi dengan masyarakat seperti biasa.

"Si Eneng, istrinya, sangat baik dan ramah. Memang pakai cadar, tapi dia ramah dan suka keluar rumah kalau ke warung atau mengobrol dengan tetangga. Kalau ke warung, suka beli makanan ringan buat anak-anaknya," kata Ernika, pemilik warung yang berdekatan dengan kontrakan yang digeledah.

Rekomendasi Untuk Anda

Tetangga tak terlalu mengetahui profesi pasangan tersebut karena baru tinggal tiga bulan. Warga heran, tidak menyangka jika keluarga tersebut menjadi terduga kasus terorisme.

Ketua RT 3, Oon Zaenudin, mengatakan telah meminta kartu keluarga atau KTP kepada pasangan tersebut saat pertama kali mengontrak di sana.

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas