Ada Sejumlah Luka di Tubuh Wanita yang Tewas di Kamar Hotel Benua Mas
Jasad seorang wanita ditemukan di kamar A5, Hotel Benua Mas, Jalan 28 Oktober, Pontianak Utara.
Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Dewi Agustina
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani
TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Jasad seorang wanita ditemukan di kamar A5, Hotel Benua Mas, Jalan 28 Oktober, Pontianak Utara, Rabu (28/12/2016) sekitar pukul 20.10 WIB.
Jasad dibalut dengan selimut warna merah, untuk kemudian dievakuasi menggunakan satu unit ambulans untuk dibawa ke Biddokes Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar.
Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Andi Yul Lapawesean mengungkapkan, diketahuinya kejadian ini berawal dari adanya laporan ke Polsek Pontianak Utara.
"Yang diterima oleh bapak Kapolsek Pontianak Utara, pada hari ini, Rabu (28/12/2016) pukul 17.30 WIB. TKP-nya di salah satu kamar di Hotel Benua Mas, di Kecamatan Pontianak Utara," paparnya.
Menurut keterangan yang diperoleh dari saksi-saksi yang diperiksa, kejadian ini diketahui pertama kali oleh seorang room boy bernama nama Aryanto.
"Berawal dari room boy atas nama Yanto, melihat adanya ceceran darah di lantai," jelas Kasat Reskrim.
Melihat ceceran darah itu, room boy tersebut kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pontianak Utara.
Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Andi Yul Lapawesean mengungkapkan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pihaknya telah menemukan petunjuk dan alat bukti di lokasi, yakni sebilah pisau dapur yang tergeletak di lantai kamar.
"Korban posisinya tertelungkup di lantai, bersimbah darah. Adanya luka lebam di bagian muka, benjol di bagian belakang kepala, serta ada luka sayatan di bagian lengan kanan," ungkapnya, usai jenazah di bawa ke Biddokkes RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Polda Kalbar, Rabu (28/12) malam.
Saat ini, Polresta Pontianak dan Polsek Pontianak Utara masih melakukan penyelidikan, untuk mengungkap siapa pelakunya.
"Hambatan saat ini, kami memang belum mengetahui identitas dari korban sendiri. Korban wanita dengan usia diperkirakan antara 25 sampai 30 tahun," jelas Kasat Reskrim.
Ia menerangkan, pihaknya telah mengkonfirmasi identitas tamu yang check in di kamar A5, Hotel Benua Mas. Namun, pihak hotel sama sekali tak memiliki data apapun tentang identitas tamunya.
"Kepada pihak hotel kami juga sudah konfirmasi, sama sekali tidak mengetahui juga identitas tamu yang masuk pada saat check in," jelasnya.
Sehingga, kuat diduga pihak hotel tak menerapkan standar layanan kepada tamu, layaknya hotel-hotel lainnya, dengan meminta identitas kepada tamu, sebelum check in ke kamar hotel.
"Karena dimungkinkan saat check ini tidak sesuai dengan prosedur sebuah hotel, di Hotel Benua Mas ini," terangnya.
Untuk mengetahui penyebab kematian, korban saat ini telah dibawa ke Biddokkes RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Polda Kalbar.
"Mungkin besok kami lakukan autopsi," ucap Kasat Reskrim.
Sementara untuk lokasi kejadian, pihaknya telah memasang garis polisi (police line).
Selain itu, terkait dengan kurang standarnya layanan hotel tersebut, akan pihaknya komunikasikan dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia dan pemilik hotel.
"Saat ini kami lakukan police line dulu di kamar A5, nanti kami juga akan sampaikan kepada PHRI maupun pemilik hotel ini, untuk betul-betul sesuai standar. Namanya pemilik hotel, ada tamu yang masuk harus diketahui identitasnya. Ini sama sekali tidak diketahui, hanya dengan membayar Rp 100 ribu, sudah bisa check in di kamar hotel Benua Mas ini," tegas Kasat Reskrim.
Hingga saat ini, sudah ada lima saksi yang pihaknya mintai keterangan (interogasi) di lapangan. Setelah itu, nantinya para saksi akan dibawa ke Polresta Pontianak, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Lima saksi tersebut, ada tiga orang karyawan dan dua orang luar yang juga mengetahui setelah kejadian. Selanjutnya kami akan melakukan pencarian dan akan mengungkap siapa pelakunya," sambung Kasat Reskrim.