Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Masyarakat Mendadak Padati Kantor Samsat Medan Utara, Ini Masalahnya

Wacana kenaikan tarif pembuatan Surat Tanda Naik Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) membuat sebagian masyarakat panik.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Array Anarcho
Editor: Y Gustaman
zoom-in Masyarakat Mendadak Padati Kantor Samsat Medan Utara, Ini Masalahnya
Tribun Medan/Array A Argus
Warga memadati Samsat Medan Utara, Kota Medan, Rabu (4/1/2017), untuk mengurus pembuatan STNK dan BPKB. Mereka khawatir karena ada kenaikan tarif terhitung 6 Januari 2017. TRIBUN MEDAN/ARRAY A ARGUS 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Wacana kenaikan tarif pembuatan Surat Tanda Naik Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) membuat sebagian masyarakat panik.

Imbasnya, warga mendadak memadati sejumlah kantor Samsat. Seperti tampak di kantor Samsat Medan Utara sejak Rabu (4/1/2017) pagi.

Pantauan Tribun Medan, masyarakat tak henti-hentinya datang untuk segera mengurus administrasi yang berkaitan dengan pajak ataupun pembuatan STNK dan BPKB.

Sebagian masyarakat yang diwawancarai Tribun Medan mengeluh adanya wacana kenaikan tarif tersebut. Sebab, jumlahnya dua kali lipat.

Baca: Tarif Mengurus Surat Kendaraan Bermotor di Jabar Naik, Berlaku Sejak 6 Januari 2017

"Saya kebetulan hanya bayar pajak saja. Memang, saya sempat dengar ada kenaikan tarif. Lumayan mahal juga itu. Kalau ditanya, tentu saya tidak sepakat dengan kenaikan tarif ini," ungkap Arif warga Martubung saat ditemui di Samsat Medan Utara.

Remaja yang kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta ini mengatakan, harusnya pemerintah tak buru-buru menaikkan tarif. Sebab, tidak semua masyarakat memiliki penghasilan yang cukup.

Rekomendasi Untuk Anda

"Masyarakat kita ini tidak tentu juga penghasilannya. Harusnya diperhatikan juga sisi pendapatan masyarakat. Jangan hanya karena alasan ingin meningkatkan pendapatan negara, justru masyarakat yang kena imbasnya," ungkap remaja berkulit hitam ini.

Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas