Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Isak Tangis Keluarga Pecah Saat Melihat Korban Speedboat yang Hilang

Meski dalam kondisi kesehatan para korban mulai stabil, petugas kemudian membawa para korban ke RSUD Kotabaru

Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Isak Tangis Keluarga Pecah Saat Melihat Korban Speedboat yang Hilang
banjarmasinpost.co.id/helriansyah
Penumpang speedboat yang hilang saat tiba di Kotabaru 

TRIBUNNEWS.COM, BANJARMASIN - Suasana suka cita dan haru pecah saat Kapal Angkatan Laut (KAL) Kelambau sandar di pelabuhan pangkalan pendaratan ikan (PPI), Desa Sungaiparing, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru, Rabu (4/1) pukul 20.30 Wita.

Di tengah kerumunan ratusan orang, tampak keluarga korban speedboat naas yang sebelumnya sempat di kabarkan hilang ketika ingin berangkat ke Pulau Samber Gelap pada 31 Desember lalu.

Isak tangis keluarga pun tak terbendung, begitu mereka bertemu korban di sebuah ruang kapal perang tersebut.

Meski dalam kondisi kesehatan para korban mulai stabil, petugas kemudian membawa para korban ke RSUD Kotabaru.

Para korban dibawa menggunakan beberapa buah ambulans.

Komandan KAL Kelambau, Kapten Laut (P) Mauludin mengatakan, saat dievakuasi korban dalam kondisi sehat.

"Korban yang berada di kapal nelayan ditemukan di perairan sebelah tenggara pulau larilarian. Saat dievakuasi salah seorang korban sempat lemah. Sekarang kondisinya sudah segar," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Lima orang penumpang speedboat, yaitu Fahdi, Alan Hendra, Alvin dan Endi, serta seorang motoris Maman, sempat hilang di perairan Pulau Haur, Kecamatan Pulau Sebuku Kotabaru saat akan melakukan perjalanan ke Pulau Samber Gelap.

Keenam korban yang sempat berapa hari terombang-ambing di perairan Selat Makassar, berhasil dieakuasi KAL Kelambau yang membawa para korban menuju Kotabaru, setelah diselamatkan oleh kapal nelayan KM Cayaha Tanete 02.

"Korban semuanya selamat. Mereka diantar ke Pulau Lari-larian oleh kapal nelayan yang menyelamatkan mereka," kata Kepala Satuan Kepolisian Perairan (Satpolair) Polres Kotabaru AKP Tony Hartono.

Ditambahkan Direktur Polair Polda Kalsel Kombes Gatot Wahyudi ia baru mendapatkan laporan dari Kasatpolair Polres Kotabaru.

Petugasnya berhasil kontak dengan nakhoda kapal Cahaya Tanete 2 yang menemukan korban speedboat di 29 mil sebelah timur Pulau Lari-larian

"Sekarang Titik koordinat kapal Cahaya Tanete 02 berada di titik koordinat 03•58`400`` ls 118°19`600`` bt pada posisi 90 mil laut sebelah timur pulau lari larian," papar Gatot.

Sementara menurut Adit, keponakan dari operator speedboat, Maman, sang paman belum bisa berbicara.

Kondisi saat ini masih syok dan belum bisa berbicara. Namun pamannya dipastikan selamat dan akan dibawa kembali oleh tim Basarnas.

"Kondisinya agak linglung dan syok. Belum bisa ngomong. Tapi alhamdulillah masih selamat," ujarnya. (sah/dwi)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas