Kampanye Itu Pendidikan Politik, Bukan Menghina Rakyat
Jayabaya mengatakan, kampanye seyogyanya digunakan sebagai ajang pendidikan politik bagi rakyat serta mensosialisasikan visi misi calon.
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tokoh masyarakat Banten menyayangkan ucapan calon gubernur Banten Wahidin Halim saat kampanye yang mengatakan bahwa bodoh kalau orang Banten tidak memilihnya.
Mantan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya mengatakan, Wahidin Halim tak pantas menjadi pemimpin Banten karena dianggap sudah menghina rakyat Banten.
"Jangan pilih yang sudah jelas-jelas menghina kita orang Banten, baru jadi cagub sudah menghina rakyat Banten," ujarnya dalam rilisnya kepada wartawan, Rabu, (18/1/2017).
Jayabaya mengatakan, kampanye seyogyanya digunakan sebagai ajang pendidikan politik bagi rakyat serta mensosialisasikan visi misi calon.
"Harusnya Wahidin menjadi teladan dengan menghargai warga Banten. Kampanye itu pendidikan politik, supaya rakyat melek politik," ujarnya.
Menurut Jayabaya, pernyataan itu secara tak langsung mengatakan orang Banten bodoh dan pernyataan itu tak sepantasnya keluar dari seorang calon gubernur.
"Sebagai calon gubernur dia tak pantas bilang begitu, merendahkan dan menghina orang Banten. Orang Banten tidak bodoh," katanya.
Sebagaimana diberitakan, di acara kampanye, Minggu (15/1/2017) di lapangan Sunburst BSD Kota Tangerang, Wahidin berorasi dan mengatakan tidak ada alasan masyarakat untuk tidak memilihnya pada pilgub Banten yang bakal digelar 15 Februari 2017.
Mantan Walikota Tangerang dua periode ini mengatakan, kalau ada masyarakat Banten yang tidak memilih mereka, berarti orang itu 'bodoh'.