Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sandiaga Kaget Acara Debat Tidak Sesuai Prediksinya

Sandi menyebut adanya pasangan calon yang menyerang pribadi serta profesi rivalnya saat debat

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Sandiaga Kaget Acara Debat Tidak Sesuai Prediksinya
Istimewa
Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat mengikuti debat pertama cagub-cawagub DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jumat (13/1/2017) malam. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno mengaku jika tim pemenangannya sudah melakukan evaluasi debat kandidat pemimpin Jakarta yang diselenggarakan KPU DKI, Jumat lalu 13 Januari 2017.

Hasil evaluasi tersebut yakni dirinya kurang tersenyum selama debat berlangsung.

"Harus lebih banyak senyum (debat ke dua). Tegang sih enggak, semua bilang Mas Sandi kok kurang senyum‎," katanya saat peluncuran buku Kerja Tuntas, kerja Ikhlas : One Way Ticket to Success di Gramedia, Matraman, Jakarta Timur, Rabu ( 18/1/2017).

Menurut Sandi dirinya tidak terseyum lantaran kaget acara debat tidak sesuai prediksinya yakni adanya pasangan calon yang menyerang pribadi serta profesi rivalnya.

"Saya bilang saya kaget waktu itu karena di luar kesepakatan ada kayak serangan pribadi, itu saja," paparnya.

Serangan pribadi yang dimaksud Sandi yakni adanya pasangan calon lain yang menyerang profesi pendidik di Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

Sandi merasa tersinggung karena banyak anggota keluarganya yang merupakan guru dan dosen.

‎"Ibu saya dosen, tante saya, om saya, kakak saya juga dosen. Itu saya langsung ngerasa sekali gitu, profesi dosen dilecehkan,".

"Itu reaksi normal saya, manusiawi yang enggak dibuat-buat juga, emang saya terkaget dengan ucapan beliau seperti itu tapi yasudahlah," pungkasnya.

Untuk diketahui dalam debat pertama calon kadidat pemimpin jakarta yang diselenggaran KPU DKI tersebut Cagub Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) sempat melontarkan pernyataan yang dinilai menyinggung profesi pendidik.

Ah‎ok mengatakan jika program membangun manusia tanpa membangun benda mati (gedung dan infrastruktur), hanyalah teori.

"Saya katakan bangun manusia tanpa bangun benda mati, itu teori. Ngajar aja di kampus jadi dosen," kata Ahok dalam debat.‎

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas