Tribun

Kekerasan Hingga Tewaskan Tiga Mahasiswa UII

Kini, tim investigasi dari rektorat UII Yogyakarta menemukan indikasi terjadinya kekerasan yang dilakukan oleh oknum.

Editor: Mohamad Yoenus

Kini, tim investigasi dari rektorat UII Yogyakarta menemukan indikasi terjadinya kekerasan yang dilakukan oleh oknum-oknum penyelenggara kegiatan mahasiswa pencinta alam atau mapala.

Hasil ini didapat dari hasil investigasi pihak rektorat UII Yogyakarta. Jika terbukti, maka UII Yogyakarta akan menindak keras semua pihak yang menyebabkan tiga mahasiswa ini meninggal dunia.

Keluarga salah satu mahasiswa UII Yogyakarta yang meninggal seusai mengikuti kegiatan mapala menyesalkan kematian anaknya.

Ibu korban pun histeris keluarga mengetahui anaknya meninggal. Ibunda Ilham mengaku, sebenarnya tak memberi izin anak bungsunya itu untuk mengikuti kegiatan mapala di Gunung Lawu selama sepekan.

Hingga akhirnya ia mendengar kabar jika putra tercintanya mengalami luka-luka pasca mengikuti kegiatan di luar kampus itu.

Masih segar dalam ingatan, tiga taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran meregang nyawa karena dianiaya seniornya.

Kasus ini masih be" data-descposition="bottom" class="glightbox" data-glightbox="title:Kekerasan Hingga Tewaskan Tiga Mahasiswa UII" aria-label="link"> BUNNEWS.COM --</strong> Tewasnya tiga mahasiswa Universitas Islam Indonesia yang diduga dianiaya seniornya menambah panjang daftar kelam insiden kekerasan yang terjadi di institusi pendidikan Indonesia.</p>
<figure class=

Kini, tim investigasi dari rektorat UII Yogyakarta menemukan indikasi terjadinya kekerasan yang dilakukan oleh oknum-oknum penyelenggara kegiatan mahasiswa pencinta alam atau mapala.

Hasil ini didapat dari hasil investigasi pihak rektorat UII Yogyakarta. Jika terbukti, maka UII Yogyakarta akan menindak keras semua pihak yang menyebabkan tiga mahasiswa ini meninggal dunia.

Keluarga salah satu mahasiswa UII Yogyakarta yang meninggal seusai mengikuti kegiatan mapala menyesalkan kematian anaknya.

Ibu korban pun histeris keluarga mengetahui anaknya meninggal. Ibunda Ilham mengaku, sebenarnya tak memberi izin anak bungsunya itu untuk mengikuti kegiatan mapala di Gunung Lawu selama sepekan.

Hingga akhirnya ia mendengar kabar jika putra tercintanya mengalami luka-luka pasca mengikuti kegiatan di luar kampus itu.

Masih segar dalam ingatan, tiga taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran meregang nyawa karena dianiaya seniornya.

Kasus ini masih bergulir di kepolisian. Namun, tampaknya tak hanya hukum pidana yang seharusnya berbicara. Tak ada jalan lain.

Pemerintah harus tegas. Bukan hanya dalam memberi sanksi, tapi mencegah terulangnya cerita menakutkan di institusi pendidikan.

Kini, tim investigasi dari rektorat UII Yogyakarta menemukan indikasi terjadinya kekerasan yang dilakukan oleh oknum-oknum penyelenggara kegiatan mahasiswa pencinta alam atau mapala.

Hasil ini didapat dari hasil investigasi pihak rektorat UII Yogyakarta. Jika terbukti, maka UII Yogyakarta akan menindak keras semua pihak yang menyebabkan tiga mahasiswa ini meninggal dunia.

Keluarga salah satu mahasiswa UII Yogyakarta yang meninggal seusai mengikuti kegiatan mapala menyesalkan kematian anaknya.

Ibu korban pun histeris keluarga mengetahui anaknya meninggal. Ibunda Ilham mengaku, sebenarnya tak memberi izin anak bungsunya itu untuk mengikuti kegiatan mapala di Gunung Lawu selama sepekan.

Hingga akhirnya ia mendengar kabar jika putra tercintanya mengalami luka-luka pasca mengikuti kegiatan di luar kampus itu.

Masih segar dalam ingatan, tiga taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran meregang nyawa karena dianiaya seniornya.

Kasus ini masih be" data-descposition="bottom" class="glightbox" data-glightbox="title:Kekerasan Hingga Tewaskan Tiga Mahasiswa UII;" aria-label="link">

Kini, tim investigasi dari rektorat UII Yogyakarta menemukan indikasi terjadinya kekerasan yang dilakukan oleh oknum-oknum penyelenggara kegiatan mahasiswa pencinta alam atau mapala.

Hasil ini didapat dari hasil investigasi pihak rektorat UII Yogyakarta. Jika terbukti, maka UII Yogyakarta akan menindak keras semua pihak yang menyebabkan tiga mahasiswa ini meninggal dunia.

Keluarga salah satu mahasiswa UII Yogyakarta yang meninggal seusai mengikuti kegiatan mapala menyesalkan kematian anaknya.

Ibu korban pun histeris keluarga mengetahui anaknya meninggal. Ibunda Ilham mengaku, sebenarnya tak memberi izin anak bungsunya itu untuk mengikuti kegiatan mapala di Gunung Lawu selama sepekan.

Hingga akhirnya ia mendengar kabar jika putra tercintanya mengalami luka-luka pasca mengikuti kegiatan di luar kampus itu.

Masih segar dalam ingatan, tiga taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran meregang nyawa karena dianiaya seniornya.

Kasus ini masih be" width="700" height="393" alt="BUNNEWS.COM -- Tewasnya tiga mahasiswa Universitas Islam Indonesia yang diduga dianiaya seniornya menambah panjang daftar kelam insiden kekerasan yang terjadi di institusi pendidikan Indonesia.

Kini, tim investigasi dari rektorat UII Yogyakarta menemukan indikasi terjadinya kekerasan yang dilakukan oleh oknum-oknum penyelenggara kegiatan mahasiswa pencinta alam atau mapala.

Hasil ini didapat dari hasil investigasi pihak rektorat UII Yogyakarta. Jika terbukti, maka UII Yogyakarta akan menindak keras semua pihak yang menyebabkan tiga mahasiswa ini meninggal dunia.

Keluarga salah satu mahasiswa UII Yogyakarta yang meninggal seusai mengikuti kegiatan mapala menyesalkan kematian anaknya.

Ibu korban pun histeris keluarga mengetahui anaknya meninggal. Ibunda Ilham mengaku, sebenarnya tak memberi izin anak bungsunya itu untuk mengikuti kegiatan mapala di Gunung Lawu selama sepekan.

Hingga akhirnya ia mendengar kabar jika putra tercintanya mengalami luka-luka pasca mengikuti kegiatan di luar kampus itu.

Masih segar dalam ingatan, tiga taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran meregang nyawa karena dianiaya seniornya.

Kasus ini masih bergulir di kepolisian. Namun, tampaknya tak hanya hukum pidana yang seharusnya berbicara. Tak ada jalan lain.

Pemerintah harus tegas. Bukan hanya dalam memberi sanksi, tapi mencegah terulangnya cerita menakutkan di institusi pendidikan.

BUNNEWS.COM -- Tewasnya tiga mahasiswa Universitas Islam Indonesia yang diduga dianiaya seniornya menambah panjang daftar kelam insiden kekerasan yang terjadi di institusi pendidikan Indonesia.

Kini, tim investigasi dari rektorat UII Yogyakarta menemukan indikasi terjadinya kekerasan yang dilakukan oleh oknum-oknum penyelenggara kegiatan mahasiswa pencinta alam atau mapala.

Hasil ini didapat dari hasil investigasi pihak rektorat UII Yogyakarta. Jika terbukti, maka UII Yogyakarta akan menindak keras semua pihak yang menyebabkan tiga mahasiswa ini meninggal dunia.

Keluarga salah satu mahasiswa UII Yogyakarta yang meninggal seusai mengikuti kegiatan mapala menyesalkan kematian anaknya.

Ibu korban pun histeris keluarga mengetahui anaknya meninggal. Ibunda Ilham mengaku, sebenarnya tak memberi izin anak bungsunya itu untuk mengikuti kegiatan mapala di Gunung Lawu selama sepekan.

Hingga akhirnya ia mendengar kabar jika putra tercintanya mengalami luka-luka pasca mengikuti kegiatan di luar kampus itu.

Masih segar dalam ingatan, tiga taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran meregang nyawa karena dianiaya seniornya.

Kasus ini masih bergulir di kepolisian. Namun, tampaknya tak hanya hukum pidana yang seharusnya berbicara. Tak ada jalan lain.

Pemerintah harus tegas. Bukan hanya dalam memberi sanksi, tapi mencegah terulangnya cerita menakutkan di institusi pendidikan.

TRIBUNNEWS.COM -- Tewasnya tiga mahasiswa Universitas Islam Indonesia yang diduga dianiaya seniornya menambah panjang daftar kelam insiden kekerasan yang terjadi di institusi pendidikan Indonesia.

Kini, tim investigasi dari rektorat UII Yogyakarta menemukan indikasi terjadinya kekerasan yang dilakukan oleh oknum-oknum penyelenggara kegiatan mahasiswa pencinta alam atau mapala.

Hasil ini didapat dari hasil investigasi pihak rektorat UII Yogyakarta. Jika terbukti, maka UII Yogyakarta akan menindak keras semua pihak yang menyebabkan tiga mahasiswa ini meninggal dunia.

Keluarga salah satu mahasiswa UII Yogyakarta yang meninggal seusai mengikuti kegiatan mapala menyesalkan kematian anaknya.

Ibu korban pun histeris keluarga mengetahui anaknya meninggal. Ibunda Ilham mengaku, sebenarnya tak memberi izin anak bungsunya itu untuk mengikuti kegiatan mapala di Gunung Lawu selama sepekan.

Hingga akhirnya ia mendengar kabar jika putra tercintanya mengalami luka-luka pasca mengikuti kegiatan di luar kampus itu.

Masih segar dalam ingatan, tiga taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran meregang nyawa karena dianiaya seniornya.

Kasus ini masih bergulir di kepolisian. Namun, tampaknya tak hanya hukum pidana yang seharusnya berbicara. Tak ada jalan lain.

Pemerintah harus tegas. Bukan hanya dalam memberi sanksi, tapi mencegah terulangnya cerita menakutkan di institusi pendidikan. (*)

Sumber: Kompas TV
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas