Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Memburu Ramalan Kehidupan di Klenteng Eng An Kiong Kota Malang

Menjelang Imlek yang jatuh pada Sabtu (28/1/2017), banyak masyarakat berburu ramalan kehidupan di Klenteng Eng An Kiong.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Warga Memburu Ramalan Kehidupan di Klenteng Eng An Kiong Kota Malang
Surya/Sany Eka Putri
Pengunjung mencoba meramal peruntunganya di Tahun Ayam Api Imlek 2568 dengan metode Ciam Si di Klenteng Eng An Kiong, Kota Malang, Jumat (27/1/2017). SURYA/SANY EKA PUTRI 

Laporan Wartawan Surya, Sany Eka Putri

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Menjelang Imlek yang jatuh pada Sabtu (28/1/2017), banyak masyarakat berburu ramalan kehidupan di Klenteng Eng An Kiong.

Sekitar 10 orang sudah mencari ramalan Ciam Si di klenten tersebut pada Jumat (27/1/2017). Warga yang mengambil ramalan, Frans, mengaku kerap melakukan itu jelang perayaan Imlek.

“Biasanya seminggu sekali. Tapi, kalau jelang Imlek sehari sebelumnya sama sesudah perayaan Imlek,” kata Frans, Jumat (27/1/2017).

Dia menunjukkan kertas Ciam Si yang dia ambil adalah tentang kehidupan yang dijalani. Dari kertas yang dia ambil maknanya adalah ketika mencari rezeki harus dijalani dengan sabar. Tidak semua yang diinginkan bisa terkabul.

Anggota Klenteng Eng An Kiong, Untung Lestari, mengatakan dalam sehari ini masih bisa dikatakan belum banyak yang mengambil lamaran Ciam Si.

Biasanya, banyak mengambil Ciam Si setelah perayaan Imlek berakhir.

Rekomendasi Untuk Anda

“Setelah Imlek biasanya ramai. Karena kalau sebelum perayaan banyak yang belum tahu. Ciam Si ini kan ada dua jenis, Ciam Si Obat dan Ciam Si Penerangan,” kata Untung.

Kalau Ciam Si obat biasanya untuk yang sedang sakit. Setelah berdoa, mengambil Ciam Si obat. Ciam Si dalam bentuk kertas ini berisi resep obat dengan bahasa Mandarin, dan kertas ini diberikan ke toko obat Tiongkok.

Kalau Ciam Si penerangan, meramalkan kehidupan, jodoh, karir, pekerjaan. Untung mengatakan kalau ada yang mengambil tetapi isinya buruk, maka bisa dibakar dan mengambil lagi.

Yang mengambil ramalan Ciam Si ini tak hanya masyarakat Tionghoa saja, tetapi juga ada masyarakat Jawa.

“Biasanya kalau ambil yang kedua itu sudah ramalan yang baik. Setelah diambil,  boleh dibawa pulang. Kalau ada yang tidak mengerti artinya, bisa melihat dibuku,” imbuh dia.

Perlu diketahui, Ciam Si adalah ramalan nasib baik dan buruknya menurut ramalan Tiongkok. Ramalan itu berupa kertas yang di dalam kertas itu tertuliskan peribahasa dan menggambarkan nasib seseorang.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas