Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bupati Selingkuh

Warga Tuntut Bupati Katingan Diberikan Sanksi Adat Dayak oleh Lembaga Adat

Sanksi diberikan kepada pasangan perselingkuhan, Bupati Katingan, Ahmad Yantenglie dan Farida Yeni yang telah melakukan perzinaan.

Laporan Wartawan Tribun Kalteng, Faturahman

TRIBUNNEWS.COM, PALANGKARAYA - Warga Kabupaten Katingan yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Katingan Bersatu dan Himpunan Masyarakat Katingan di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (30/1/2017) mendesak Dewan Adat Dayak Kalimantan Tengah memberikan sanksi adat terhadap Bupati Katingan, Ahmad Yantenglie dan pasangan selingkuhannya, Farida Yeni.

Bahkan Dewan Adat Dayak di-deadline untuk memberikan sanksi melalui sidang adat Dayak paling lambat tiga hari sejak warga manyampaikan pernyataan sikapnya ini.

Sanksi diberikan kepada pasangan perselingkuhan, Bupati Katingan, Ahmad Yantenglie dan Farida Yeni yang telah melakukan perzinaan di sebuah rumah kontrakan di Jalan Nangka, Kasongan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

"Kami malu, kenapa sanksi hukum dan hukum adat terhadap orang luar Kalteng, seperti Thamrin Amal Tamagola, Guru Besar UI yang menghina warga Dayak bisa diproses cepat," ujar Ketua Himpunan Masyarakat Katingan Kota Palangkaraya, Yulius Tri.

Berikut pernyataan warga yang menuntut Bupati Katingan, Ahmad Yantenglie dan pasangan selingkuhannya, Farida Yeni dikenai sanksi adat Dayak, simak dalam tayangan video di atas. (*)

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sapto Nugroho
Sumber: Tribun Kalteng
  Loading comments...

Berita Terkait :#Bupati Selingkuh

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas