Teknologi Padi Ini Berhasil Optimalkan Pertanian, dari 3-5 Ton per Hektar Sekali Panen Jadi 8 Ton
Metode ini merupakan hasil temuan Hazairin, Kepala Dinas Pertanian Kalbar dan Anton Kamaruddin, seorang petugas penyuluh pertanian setempat.
Editor:
Sapto Nugroho
TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Tahun ini Samiyo lebih bersemangat memanen padi-padinya.
Bagaimana tidak, tahun lalu satu hektar lahannya hanya mampu menghasilkan padi 3-5 ton sekali panen.
Tahun ini hasilnya mencapai 8 ton.
Samiyo dan petani lain di kelompok taninya mulai menerapkan teknologi tanam baru dari Dinas Pertanian Kalimantan Barat yang diberi nama Teknologi Padi Hazton.
Metode ini merupakan hasil temuan Hazairin, Kepala Dinas Pertanian Kalbar dan Anton Kamaruddin, seorang petugas penyuluh pertanian setempat.
Nama Hazton diambil dari gabungan nama mereka berdua.
Metode Hazton menggunakan lebih banyak bibit padi dalam satu lubang.
Satu lubang diisi 25 sampai dengan 30 benih.
Keberadaan rumput gulma pun dapat diminimalisasi dengan metode ini.
Selengkapnya, simak dalam tayangan video di atas. (*)
Baca tanpa iklan