Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pasien Kanker Berobat di RSUD Dr Soetomo harus Antre hingga 6 Bulan

Menjadi rumah sakit rujukan tersier membuat antrian pengobatan kanker di RSUD Dr Soetomo hingga 6 bulan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Menjadi rumah sakit rujukan tersier membuat antrian pengobatan kanker di RSUD Dr Soetomo hingga 6 bulan.

Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Dr Soetomo, Dr dr Joni Wahyuhadi SpBS mengungkapkan antrean ini karena terbatasnya jumlah alat radioterapi yang ada di RSUD dr Soetomo.

“Idealnya kami punya 6 alat, tapi saat ini masih ada 4 dan itu pun yang 1 harus bergantian dimatikan karena bekerja terus alatnya,”jelasnya dalam peringatan hari kanker sedunia, Jumat (3/2/2017).

Antrean menurutnya, pasti terjadi karena banyaknya pasien yang dirujuk.

Hal ini menurutnya terjadi di seluruh rumah sakit yang memiliki radioterapi karena saat ini masih ada 30 pusat radioterapi di Indonesia.

Direktur Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Dr Soetomo, Dokter Harsono, menjelaskan selama menunggu masa antrean radioterapi, pasien akan tetap menjalani proses terapi, yaitu kemoterapi.

Kalaupun pasien memilih menjalani perawatan lain nonmedis seperti alternatif, menurutnya kebanyakan akan kembali dengan kondisi kanker yang lebih parah.

Rekomendasi Untuk Anda

“Selama menunggu dilakukan kemoterapi sampai dipanggil untuk giliran radioterapi. Bukan berarti antre tanpa dilakuan perawatan, tetap ada perawatan dan monitoring,”lanjut mantan Kepala Dinas Kesehatan Jawa timur ini.

Ke depannya, ia mengharapkan RSUD dr Soetomo dapat membangun hostel dalam satu kawasan rumah sakit. Sehingga keluarga pasien tidak kesulitan untuk tinggal.

Sebab selama ini pasien yang akan melakukan kemoterapi ataupun penyinaran radioterapi selalu datang sehari sebelumnya menunggu antrean sambil tidur di RSUD dr Soetomo.

“Mudah-mudahan pembangunan hostel bisa jadi. Masyarakat tidak perlu tinggal di mana-mana atau kos, cukup tinggal di hostel,” harapnya.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas