Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Candai Pramugari Sriwijaya Air, Penumpang Ini Berurusan dengan Polisi

Gara-gara bercanda dengan seorang pramugari Sriwijaya Air SJ-704 tujuan Merauke, Iwan Sang harus berurusan dengan Polsek Bandara Sultan Hasanuddin.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Candai Pramugari Sriwijaya Air, Penumpang Ini Berurusan dengan Polisi
Tribun Timur/Ansar Lempe
Iwan Sang, penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-704 tujuan Merauke, diamankan petugas keamanan Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (21/2/2017) dini hari. TRIBUN TIMUR/ANSAR LEMPE 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUNNEWS.COM, MAROS - Iwan Sang, penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-704 tujuan Merauke diamankan di Bandara Sultan Hasanuddin, Selasa (21/2/2017) dini hari.

Kapolsek Bandara Iptu Ahmad mengatakan penumpang tersebut diamankan karena bergurau dengan seorang pramugari sambil menyebut memiliki granat. Pelaku diamankan saat berada di apron 10.

"Penumpang tujuan Merauke ini bergurau ada granat saat akan naik ke badan pesawat. Makanya penumpang panik dan Avsec langsung mengamankan pelaku," Ahmad mengonfirmasi.

Warga Pelabuahan Lama, Kelurahan, Sokanggo, Kecamatan Mandobo, Boven Digoel, Papua, ini menuju ke area keberangkatan pukul 01.30 Wita, untuk check in.

Setelah selesai, Iwan menuju ke lantai dua untuk menunggu proses boarding. Pelaku lalu menuju ke kursi nomor 16 C.

"Saat pramugari mengarahkan untuk meletakkan tas yang dipangkunya ke kompartemen di atas kursi Iwan mengatakan hati-hati ada granat," terang Ahmad.

Rekomendasi Untuk Anda

Sembari mengatakan ancaman tersebut, Iwan juga menyerahkan barangnya ke pramugari bernama Wimby.

Mendengar pernyataan tersebut, Wimby melapor kepada pilot. Selanjutnya laporan tersebut diteruskan ke petugas keamanan Sriwijaya Air untuk ditindaklanjuti.

"Tidak lama kemuduan, petugas naik ke badan pesawat dan menggiring pelaku ke posko Avsec untuk dimintai keterangan awal," beber Kapolsek Bandara.

Iwan mengatakan hati-hati ada granat secara spontanitas dan tidak mempunyai maksud lain.

Hasil pengecekan ternyata tas pelaku hanya berisi laptop merek Acer dan sebuah selempang. Tidak ditemukan barang berbahaya di tas Iwan. Penerbangannya juga ditunda oleh pihak maskapai.

"Iwan lalu dibuatkan surat pernyataan, tidak akan melakukan perbuatan serupa. Iwan lalu diserahkan kepada kami untuk proses lebih lanjut," kata dia.

Sumber: Tribun Timur
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas