Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kediaman Ibunda Bung Karno di Buleleng Bakal Jadi Objek Wisata

Rumah Nyoman Rai Srimben, ibu Sukarno di Banjar Baleagung, Kelurahan Paket Agung, Singaraja, Buleleng, bakal jadi objek wisata sejarah Bung Karno.

Kediaman Ibunda Bung Karno di Buleleng Bakal Jadi Objek Wisata
Tribun Bali/Lugas Wicaksono
Sejumlah orang sedang membaca buku-buku tentang Sukarno yang dipamerkan di halaman Gedung Laksmi Graha Singaraja, Bali, Rabu (22/2/2017). TRIBUN BALI/LUGAS WICAKSONO 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Lugas Wicaksono

TRIBUNNEWS.COM, SINGARAJA - Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana berencana menjadikan kediaman Nyoman Rai Srimben, ibunda Sukarno di Banjar Baleagung, Kelurahan Paket Agung, Singaraja, Buleleng, Bali, sebagai objek wisata sejarah Bung Karno.

Hal ini baru bisa dilakukan dengan catatan, keluarga yang masih tinggal di sana tidak merasa terganggu dengan kebijakan ini.

"Di sana ada masyarakat yang tinggal, tidak semudah itu kalau mereka terganggu. Bila setuju, sejauh mana dikembangkan, formatnya seperti apa, apa saja batasannya, harus dibicarakan lagi," ujar Suradnyana dalam sarasehan Pemasyarakatan Nasional Indonesia dan Idealisme Bung Karno di Gedung Laksmi Graha Singaraja, Rabu (22/2/2017).

Wacana menjadikan Baleagung sebagai obyek wisata sejalan dengan pembangunan Taman Bung Karno di Kelurahan Sukasada yang berjarak sekitar 500 meter dari Baleagung.

Ditambah lagi di Kelurahan Beratan juga terdapat kerajinan bokor dan sangket yang bisa dijadikan cenderamata bagi wisatawan yang berkunjung ke Baleagung.

Dikatakan Suradnyana, Sukarno dapat menjadi simbol dan cinta tanah air di kalangan generasi muda. Kini rasa itu menurutnya telah banyak mengalami kemunduran.

“Semoga melalui acara ini kita bisa banyak belajar nasionalisme dari Bung Karno. Juga semakin mengenal beliau dan terinspirasi untuk berjuang demi kemajuan bangsa," kata dia.

"Dengan dikumandangkannya semangat-semangat kepahlawanan dan nasionalisme yang harus kita jaga sesuai dengan ajaran Tri Sakti dari Bung karno," ia menambahkan.

Sementara itu, Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Kabupaten Blitar, Suyatno, menyebutkan ada tiga hal tujuan dari pertemuan ini.

Pertama menumbuhkan semangat nasionalisme bagi generasi penerus bangsa dalam era informasi dewasa ini. Kedua, menggali ide-ide pemikiran Bung Karno sebagai sumber inspirasi memantapkan kembali nasionalisme.

Ketiga, mengembangkan perpustakaan sebagai sarana dalam mencerdaskan dan melestarikan nasionalisme Indonesia. Nasionalisme Indonesia merupakan jiwa pemersatu bangsa.

Sebagaimana disebutkan oleh Sukarno pada 1930, “Sonder nasionalisme tiada kemajuan, sonder nasionalisme tiada bangsa”.

Sarasehan ini dilaksanakan di Buleleng karena kabupaten ini tidak bisa dipisahkan dengan Pahlawan Bung Karno.

"Di tahun 2017, kegiatan seperti ini dilaksanakan pertama kali di Buleleng, ini dikarenakan Bung Karno ini tidak bisa dilepaskan dari Buleleng dikarenakan ayah dari Bung Karno yang bernama Soekemi Sosrodihardjo pernah mengajar di Buleleng,” kata Suyatno.

Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas