Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Satu Keluarga di Buleleng Bunuh Diri Tenggak Racun Pestisida

Kepolisian Resort Buleleng, Bali, menyelidiki kasus satu keluarga asal Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, nekad bunuh diri

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Satu Keluarga di Buleleng Bunuh Diri Tenggak Racun Pestisida
IST
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, SINGARAJA - Kepolisian Resort Buleleng, Bali, menyelidiki kasus satu keluarga asal Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, nekad bunuh diri dengan cara meminum racun pestisida.

"Kami masih selidiki lebih dalam, tetapi dari pemeriksaan awal tidak ada tanda-tanda kekerasan dari empat orang yang meninggal dunia," kata Kepala Polres Buleleng Ajun Komisaris Besar Polisi I Made Sukawijaya di Singaraja, Bali, Kamis (23/2/2017).

Ia mengatakan, keempat korban, yakni kepala keluarga bernama Kadek Artaya (32), Kadek Suciani (27) berstatus ibu rumah tangga beserta kedua anaknya yakni Putu Wahyu Adi Saputra (7) dan Kadek Dwi Cahya Putri (3).

Sukawijaya memaparkan berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian sempat mencium bau yang diperkirakan berasal dari gas kompor yang menyengat di kediaman rumahnya.

Ketika dilihat ke dapur tidak ada gas yang bocor, kemudian saksi mengecek pintu kamar sebelah barat di rumah tersebut dimana dalam keadaan terkunci rapat.

"Saksi yang adalah ayah dari korban laki laki bernama Kadek Artaya kemudian mendobrak kamar tersebut dan dilihat semua korban dalam posisi tertidur setelah di cek semua korban keluar busa dari mulutnya," jelasnya.

Dia mengatakan, polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan barang-barang yang diduga digunakan korban untuk bunuh diri.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami mengamankan satu botol obat pestisida merek diazinon yang masih ada sisanya kemudian juga mengamankan dua botol minuman ringan jenis sprit dan satu buah gelas.

Selain itu, kata Sukawijaya, berdasarkan keterangan saksi di lapangan, korban Kadek Suciani sebelumnya mengalami sakit batuk berkepanjangan dan anaknya bernama Putu Wahyu Adi Saputra (7) juga mengalami sakit yang sama sehingga dugaan sementara korban frustrasi dengan keadaan tersebut.

"Kami akan terus melakukan pengembangan, tetapi dugaan sementara karena faktor tersebut," tambah dia.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas