Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Warga Berbekal Balok Kayu dan Senjata Tajam Ancam Pasangan Selingkuh

Sekitar 50 warga membawa kayu, batu dan senjata tajam berdiri di tengah jalan untuk mengadang pasangan selingkuh, Selanjutnya begini.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Y Gustaman
zoom-in Warga Berbekal Balok Kayu dan Senjata Tajam Ancam Pasangan Selingkuh
HDCN
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Surya, Muchsin

TRIBUNNEWS.COM, PAMEKASAN – Diduga mengganggu istri orang, MZN (37), warga Desa Baranta, Kecamatan Tlakanan, Pamekasan, nyaris dihakimi massa. 

Kejadian dipicu setelah MZN mengantar pulang perempuan diduga selingkuhannya di Dusun Waru, Desa Pamaroh, Kecamatan Kadur, Pamekasan, Kamis (23/2/2017) malam. 

Mujur MZN karena warga tidak sampai menghakiminya. Saat diadang warga, ada Serda Syaifudin Efendi, anggota Babinsa Pamaroh yang berhasil meredam kemarahan warga.

Ia dan selingkuhannya langsung diamankan. Menurut sumber di lokasi kejadian, WAR, inisial perempuan tersebut, sudah memiki suami dan anak.

Sejak dua tahun ini, suami WAR pergi bekerja sebagai TKI di Malaysia. Beberapa bulan belakangan MZN yang juga punya istri dan anak, sering bertamu ke rumah WAR siang malam.

Seringnya MZN bertamu bahkan keluar berdua dalam waktu lama, membuat keluarga War dan tetangga sekitar curiga keduanya menjalin hubungan asmara.

Rekomendasi Untuk Anda

Warga sempat memperingatkan WAR agar tidak berselingkuh dengan suami orang.

Namun peringatan yang disampaikan warga itu seolah tidak membuat WAR insaf, malah tetap menerima kehadiran MZN, sehingga warga geram dan berniat untuk menggerebeknya.

Sebelum kejadian, MZN datang lagi ke rumah WAR mengendarai Grand Livina B 1099 WFU hitam. Kemudian sekitar pukul 21.45, MZN dan WAR pergi mengendarai mobil itu.

Warga pun sepakat menghadang apabila keduanya telah kembali. 

Setelah ditunggu cukup lama, sekitar pukul 23.30 WIB, begitu dari jauh kelihatan mobil MZN datang, sekitar 50 warga membawa kayu, batu dan senjata tajam berdiri di tengah jalan untuk menghadang keduanya.

Meski mobil itu sudah berhenti, namun keduanya tidak berani keluar karena khawatir terjadi sesuatu pada diri mereka.

“Berhenti dulu, matikan mesin mobilnya! Kalian berdua ke luar dari mobil. Kelakuannya tidak pantas berselingkuh. Ingat, wanita ini sudah punya suami,” teriak warga.

Kebetulan di lokasi itu terdapat Babinsa Serda Syaifudin Efendi, maka untuk menghindari amuk massa, dia menghubungi aparat Polsek Kadur.

Setelah aparat datang, keduanya dibawa ke Polsek Kadur, untuk membuat pernyataan tertulis, tidak mengulangi perbuatannya.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas