Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Sikapi Pelecehan Seksual, Wakil Wali Kota Semarang: Ngapain Satpol PP Harus Jeritan Malam?

Wakil Wali Kota Semarang menegaskan jeritan malam untuk Satpol PP program tak jelas, menyusul terungkapnya kasus pelecehan seksual.

Sikapi Pelecehan Seksual, Wakil Wali Kota Semarang: Ngapain Satpol PP Harus Jeritan Malam?
Dokumentasi Tribun Jateng
Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu alias Ita. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Tujuh perempuan petugas Satpol PP korban pelecehan seksual mendatangi kantor Wakil Wali Kota Semarang pada Kamis (2/3/2017).

Kehadiran mereka untuk dimintai klarifikasi di hadapan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu, bertalian dengan kasus kekerasan seksual.

Korban yakni DS, IA, DP, BA, NA, NE, dan RA, diduga digerayangi pria petugas Satpol PP berinisial K saat mengikuti Caraka Linmas di Candi Gedongsongo, Sabtu (4/2/2017) dini hari.

Seluruh korban kompak tutup mulut dan enggan menceritakan kasus yang dialami kepada Tribun Jateng. "Maaf, no comment," ujar seorang korban dan berlalu bersama enam lainnya.

Hevearita atau akrab disapa Ita mengatakan, kedatangan tujuh korban itu untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh K.

Perempuan petugas Satpol PP
Sejumlah perempuan petugas honorer Satpol PP Kota Semarang menemui Wakil Walikota Semarang Hevearita G Rahayu di Balai Kota Semarang pada Kamis (2/3/2017). TRIBUN JATENG/GALIH PERMADI

“Saya tidak mau dapat informasi katanya-katanya saja. Saya ingin mengklarifikasi langsung kepada korban. Saya tadi tanya ceritanya dugaan pelecehan itu terjadi,” papar dia.

Dari keterangan korban, dugaan pelecehan terjadi saat korban jalan sendirian tengah malam menuju pos satu ke pos lain lalu muncul terduga pelaku.

“Cerita masing-masing korban terkait dengan perlakuan dari pelaku. Semua keterangan sudah di-BAP. Akan kami pantau, karena kasus ini tidak bisa dianggap enteng,” Ita menegaskan.

Selain tujuh korban, Ita juga akan memanggil K untuk memberikan klarifikasi. Terduga pelaku akan dikonfrontir dengan korban.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jateng
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas