Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Kekerasan terhadap Perempuan di Kota Semarang Tertinggi di Jateng

Ada 496 kasus kekerasan terhadap perempuan sepanjang 2016 tersebar di kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Kasus Kekerasan terhadap Perempuan di Kota Semarang Tertinggi di Jateng
Kompas.com
Ilustrasi korban pelecahan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Ada 496 kasus kekerasan terhadap perempuan sepanjang 2016 tersebar di kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Kota Semarang di urutan pertama dengan 199 kasus, Kabupaten Kendal 26 kasus, Kabupaten Sragen 17 kasus, Kabupaten Blora 17 kasus, Kabupaten Magelang dan Kota Surakarta 16 kasus.

Kabupaten Pati 15 kasus, Wonogiri dan Kota Salatiga 14 kasus, Kota dan Kabupaten Pekalongan 13 kasus, Karanganyar, Grobogan dan Demak masing-masing 11 kasus. Daerah lain di bawah 10 kasus.

Dari 496 kasus itu, terdapat 871 korban dan dari jumlah itu diketahui 700 korban atau 80,4 persen di antaranya mengalami kekerasan seksual.

Korban usia dewasa mencapai 30,40 persen sementara korban anak-anak mencapai 29,50 persen. Usia pelaku mayoritas dewasa mencapai 53,83 persen, anak-anak 4,70 persen, dan lanjut usia 2,20 persen.

"Pada 2017 mulai Januari sampai Februari tercatat ada 58 kasus," kata Koordinator Divisi Informasi dan Dokumentasi LRC-KJHAM Semarang, Citra Ayu Kurniawati, Rabu (8/3/2017).

Di peringatan Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret ini ternyata diskriminasi terhadap perempuan masih terjadi sampai saat.

Menurut Citra, situasi kekerasan seksual yang dialami perempuan tak sebanding dengan perlindungan hukum di Indonesia. Para korban masih mengalami banyak hambatan untuk mendapatkan hak-haknya.

Dikatakan dia, sampai saat ini tidak ada undang-undang khusus yang melindungi perempuan korban kekerasan seksual.

"Kami berharap pemerintah segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual," ia menegaskan.

Ikuti kami di
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jateng
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas