Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Buleleng Gempar, Warga Pergoki Terduga Penculikan Anak, Nyaris Diamuk Massa

Warga Kelurahan Liligundi, Kecamatan Buleleng mendadak gempar dengan dipergokinya seorang pria yang diduga sebagai pelaku penculikan anak

Buleleng Gempar, Warga Pergoki Terduga Penculikan Anak, Nyaris Diamuk Massa
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Terduga pelaku penculikan (di tengah) sedang dimintai keterangan di Makopolsek kota Singaraja pada Kamis (23/3/2017) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ratu Ayu Astri Desiani

TRIBUNNEWS.COM, SINGARAJA - Warga Kelurahan Liligundi, Kecamatan Buleleng mendadak gempar dengan dipergokinya seorang pria yang diduga sebagai pelaku penculikan anak, pada Kamis (23/3/2017) pukul 20.30 Wita.

Warga yang mulai emosi nyaris melakukan pengeroyokan pada pelaku.

Beruntung pria yang diduga sebagai pelaku penculikan anak itu langsung diamankan oleh perangkat kelurahan Liligundi di Balai Banjar Kelurahan Liligundi.

Salah seorang warga bernama Gusti Lanang Nyoman Syardika mengatakan warga sekitar curiga kepada pelaku lantaran sering mondar mandir di depan Indomaret Liligundi atau lebih tepatnya di depan Bank BPD Buleleng, Liligundi.

"Warga curiga karena dia mondar mandir di depan bank itu. Ditanya tidak bawa KTP. Asalnya katanya dari Lombok kerja di Ubung. Warga banyak sekali. Dia (terduga pelaku) nyaris dikeroyok," ujar Lanang saat ditemui usai memberikan keterangan sebagai saksi di Polsek Kota Singaraja.

Hingga berita ini ditulis, terduga pelaku penculikan masih dilakukan pemeriksaan di Makopolsek Kota Singaraja.

Surat Edaran

Sebelumnya diberitakan, telah beredar surat pemberitahuan peningkatan kewaspadaan terkait adanya isu penculikan anak di wilayah Seririt dan Tejakula, Kabupaten Buleleng, yang dibuat oleh perangkat Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali, gegerkan Bumi Panji Sakti.

Surat yang dibuat 13 Februari 2017 itu bertuliskan himbauan kepada warga Gobleg untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan memberikan pengawasan ketat terhadap anak berusia satu hingga enam tahun.

Halaman
12
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas