Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rata-Rata Pencuri Ikan di Perairan Sumut Kapal Malaysia

Yang paling sering dicuri itu ikan kakap, ikan bawal, dan ikan gembung. Kadangkala, ada juga udang yang diambil

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Array Anarcho
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Rata-Rata Pencuri Ikan di Perairan Sumut Kapal Malaysia
Tribun Medan/Array Anarcho
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumatera Utara, Zonny Waldi saat memberikan keterangan terkait pencurian ikan di perairan Sumatera Utara, Sabtu (1/4/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Medan Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumatera Utara, Zonny Waldi tidak memungkiri adanya pencurian ikan yang kerap terjadi di perairan Sumatera Utara.

Kata Zonny, rata-rata pencuri ikan adalah kapal asal negara tetangga, Malaysia.

"Hampir semua jenis ikan mereka ambil. Namun, yang paling sering dicuri itu ikan kakap, ikan bawal, dan ikan gembung. Kadangkala, ada juga udang yang diambil," ungkap Zonny di Dermaga Polisi Air Polda Sumatera Utara di Belawan, Sabtu (1/4/2017).

Pria berkacamata ini menjelaskan, harga jual ikan kakap dan ikan bawal memang lumayan tinggi.

Terlebih, rasa daging ikan tersebut lebih nikmat dari kebanyakan ikan lainnya.

"Meski kapal yang mencuri itu berasal dari Malaysia, namun awak kapalnya kebanyakan dari Myanmar. Nah, kapal-kapal yang diledakkan ini kan contohnya," ungkap Zonny.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia mengatakan, kapal asal Malaysia itu biasanya mencuri ikan di perairan Selat Malaka, ataupun pantai Timur. Para pelaku menyaru seolah-olah warga Indonesia.

"Sering sekali mereka mencuri ikan di negara kita. Maka dari itu, dibentuklah tim gabungan untuk mengawasi perairan khususnya di Sumatera Utara," ungkap Zonny.(Ray/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas