Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Berita Akbar Dimakan Ular Telah Mendunia, Pemerintah Mamuju Tetap Cuek

Keluarga Akbar, petani sawit yang ditelan ular piton berharap perhatian dari pemerintah setempat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Berita Akbar Dimakan Ular Telah Mendunia, Pemerintah Mamuju Tetap Cuek
Tribun Timur/ Nurhadi
Akbar korban ular Piton 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Keluarga Akbar, petani sawit yang ditelan ular piton berharap perhatian dari pemerintah setempat. Namun Pemerintah Kabupaten Mamuju nampaknya cuek-cuek saja.

padahal berita ditelannya Akbat oleh ular raksasa telah mendunia, sejumlah situs online dari Amerika Serikat seperti Washington Post, New York Times media online terbesar inggris Dailymail dan sejumlah situs dari Australia telah memberitakan Akbar yang kalah berjuang saat melawan ular raksasa tersebut.

Ayah almarhum Akbar, Muhammad Ramli (50) berharap, ada upaya dari pemerintah atas kejadian ini,

"Kalau memang tidak ada bantuan secara materi, setidaknya Pemerintah Daerah ada upaya mengimbau warga membersihkan kebunnya," ujar Ramli kepada Tribunsulbar.com di kediaman duka, Salubiro, kemarin.

Menurutnya, membiarkan kebun sawi semrawut sama saja memelihara ular buas.

Tetapi, dia menyayangkan pemerintah setempat, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah, seolah tak tahu.

"Pemerintah di sini kayak jalan sendiri-sendiri, buktinya ini kejadian sudah diberitakan di mana-mana, tapi belum satu pun yang datang melihat lokasi kejadian ini," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Senada Ramli, tetangganya bernama Abidin, juga menilai pemerintah cuek.

"Jangankan datang di sini, ungkapan belasungkawa pun tidak ada," kata petani sawit tersebut.

Sumber: Tribun Timur
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas