Setelah Diperiksa Intensif, Anggota DPRD Pasuruan dari PKS Dibawa Densus 88 ke Jakarta
Setelah menjalani pemeriksaan di Mapolda Jatim, Muhammad Nadir Umar dibawa ke Jakarta.
Penulis:
Fatkul Alamy
Editor:
Sugiyarto
TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Setelah menjalani pemeriksaan di Mapolda Jatim, Muhammad Nadir Umar dibawa ke Jakarta.
Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan itu diboyong ke Jakarta guna menjalani pemeriksaan secara detail oleh Densus 88, Minggu (9/4/2017).
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menuturkan, Nadir sudah menjalani pemeriksaan di Mapolda Jatim dan langsung di bawa ke Mabes Polri di Jakarta.
"Pemeriksaan sudah dilakukan dalam ada beberapa sempel pertanyaan yang diajukan. Sekarang sudah di bawa ke Jakarta," kata Barung di Mapolda Jatim, Minggu (9/4/2017).
Barung menjelaskan, proses selanjutnya pemeriksaan dilakukan oleh Densus 88 Mabes Polri. Densus 88 akan mengorek keterangan lebih dalam dan detail ke Nadir.
Barung juga membenarkan, jika yang ditangkap di Bandara Juanda (Nadir Umar) itu seorang anggota DPRD Kabupaten Pasuruan.
"Benar, yang bersangkutan (Nadir Umar) merupakan orang partai politik seperti kabar yang sudah beredar," ucap Barung.
Mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) ini menerangkan, Nadir Umar ditangkap lantaran dugaan terkait suatu jaringan yang teridentifikasi Densus 88.
"Kami amankan terkait apa yang dituduhkan kepadanya karena ada kaitan suatu jaringan," ucap Barung.
Nadir Umar ditangkap di Terminal 2 kedstanbgan Bandara Internasional Juanda Sidoarjo, Sabtu (8/4/2017).
Nadir Umar diamankan ketika turun dari pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan XT 327 rute Kuala Lumpur – Surabaya.
Diduga, Nadir Umar diamankan Densus 88 lantaran terkait dengan jaringan ISIS. fat