Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penangkapan Terduga Teroris

Warga Berhamburan Saat 3 Mobil Berisi Polisi Bersenjata Menepi di Pertigaan Kampung

Warga desa Karangaren berhamburan keluar rumah, saat tiga mobil polisi khusus plus satu mobil ambulance menepi di pertigaan kampung.

Warga Berhamburan Saat 3 Mobil Berisi Polisi Bersenjata Menepi di Pertigaan Kampung
Tribun Jateng
Polisi geledah rumah warga di Banyumas 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

TRIBUNNEWS.COM, BANYUMAS - Warga desa Karangaren berhamburan keluar rumah, saat tiga mobil polisi khusus plus satu mobil ambulance menepi di pertigaan kampung.

Mereka sama menyaksikan puluhan polisi bersenjata lengkap turun dari kendaraan, lalu berjalan kaki melewati jalan desa menuju sebuah rumah bercat hijau, berjarak sekitar 200 meter dari tempat parkir.

Muchlani, warga RT 2 RW 1 desa Karangaren terkejut, saat polisi menghentikan langkah dan mengepung rumah milik Ibnu, sebelah rumahnya.

Beberapa polisi bersiaga di depan dengan senapan, sebagian lain merangsek masuk ke dalam rumah dengan cara mendobrak pintu. Mereka juga memasang garis polisi di sekitar rumah beratap seng tersebut.

"Rumahnya selalu kosong. Sering ditinggal oleh penghuninya,"katanya

Rumah itu selalu sepi lantaran hanya ditinggali seorang pemuda yang masih bujang, Ibnu.

Sehari-hari, ia bekerja di sebuah pabrik kayu di Purbalingga. Sekitar tiga tahun lalu, rumah itu agak ramai saat orang tua Ibnu masih menempati rumah itu.

Ayah Ibnu yang seorang pensiunan tentara sempat memcalonkan diri sebagai Kepala Desa, namun gagal. Setahun kemudian, ibunda Ibnu meninggal dunia.

Sang ayah lantas memutuskan tinggal dan bekerja di Jakarta bersama anaknya yang lain. Dua saudara Ibnu kini juga masih aktif menjabat sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berdinas di luar kota.

"Mereka keluarga tentara. Ibnu itu putra bungsu. Dia juga pernah nyalon jadi tentara, namun tidak jadi,"katanya

Dalam kesehariannya, menurut Muchlani, tidak ada perilaku yang aneh dari diri Ibnu. Pribadi Ibnu juga dikenal baik. Sikapnya dengan tetangga pun wajar.

Muchlani menilai, Ibnu tekun beribadah dan selalu berjamaah di masjid yang lokasinya bersebelahan dengan rumahnya.

Hanya saja, Ibnu kurang pandai bersosialisasi. Ia pribadi pendiam dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.
"Orangnya cakep putih. Dia pendiam dan jarang bergaul, tapi orangnya baik,"katanya

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Tribun Jateng
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas