Sepasang Beruang Madu Mengamuk dan Lukai Warga
Konflik satwa liar dilindungi dan manusia muncul setelah seekor anak beruang tewas setelah terjerat perangkap Babi hutan di kebun karet milik warga
Penulis:
Dedi Nurdin
Editor:
Eko Sutriyanto
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedi Nurdin
TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Sepasang beruang madu mengamuk dan menyerang dua orang warga di Desa Teluk Ketapang, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari beberapa waktu lalu.
Konflik satwa liar dilindungi ini muncul setelah ditemukannya seekor anak beruang tewas setelah terjerat perangkap Babi hutan di kebun karet milik warga.
Akibatnya dua orang mengalami luka karna serangan beruang madu tersebut.
Di jelaskan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jambi melalui Koordinator penanganan Konflik Satwa dan Manusia, Sahroni mengatakan kedua warga mengalami luka dan harus di larikan kerumahsakit karna serangan sepasang beruang.
Kedua korban adalah Sahrun Basri dan Hasan Basri Warga Desa Teluk Ketapang, Kecamatan Pemayung, Kabupaten batanghari.
Keduanya tak menyadari keberadaan beruang madu yang secara tiba-tiba menjadi agresif dan menyerang warga saat berada di kebun miliknya.
"yang satu lukanya di kaki, jari kaki satu putus karna serangan beruang yang satu lagi luka cakar di badan,"kata Sahron, Kamis (13/4/2017)malam.
Konflik antara satwa dan manusia ini baru pertama terjadi desa Teluk Ketapang.
Hasil keterangan warga selama ini beruang memang kerap terlihat disana. Namun, tak sampai menyerang warga.
Diduga tingkah agresif hewan mamalia itu setelah mendapati anaknya tewas karna jerat babi yang terpasang di kebun milik warga.
Sampai saat ini warga masih khawatir karna beruang tersebut masih berkeliaran di perkebunan warga.
"kita sudah pasang perangkap untuk menangkap beruang itu, nanti akan kita kembalikan ke habitatnya di hutan nasional,"kata Sahron.
"masih kita pantau, dan belum kita temukan memang biasanya beruang akan agresif karna anaknya mati kena jerat babi. Dan di perkikaran msih belum jauh keberadaannya,"ujar Sahron.
Pihak Balai KSDA sendiri dicbantu aparat kepolisian setempat dan warga desa masih melakukan patroli di kebun-kebun milik warga untuk mencari kebradaan beruang tersebut.