Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Duh, Masih Pelajar SMP Sudah Menjambret 18 Kali di Jalanan Surabaya

MH usianya baru 16 tahun, tapi sepak terjangnya di tindak kejahatan cukup memprihatinkan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fatkul Alamy
Editor: Sugiyarto
zoom-in Duh, Masih Pelajar SMP Sudah Menjambret 18 Kali di Jalanan Surabaya
Surya/Fatkhul Alamy
Tersangka MH (pakai penutup wajah) ketika menunjukan barang bukti kejahatannya di Polsek Genteng Surabaya, Selasa (18/4/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - MH usianya baru 16 tahun, tapi sepak terjangnya di tindak kejahatan cukup memprihatinkan.

Remaja asal Krembangan Jaya Utara Surabaya yang masih pelajar SMP ini sudah melakukan tindak kejahatan sebanyak 18 kali.

Tersangka MH melakukan tindak kejahatan penjambertan di 18 TKP wilayah Kota pahlawan.

Terakhir kali, tersangka MH melakukan perampasan handphone (HP) milik Yunita di depan SMAN 1 Jl Wijaya Kusuma Surabaya.

Ia melakukan berama dua temannya, Sahlan dan Rizal yang kini masih buron.

Kapolsek Genteng Surabaya Kompol Wahyu Endrajaya menjelaskan, saat beraksi di Jl Kusuma Bangsa, tersangka mengendarai sepeda motor bersama Sahlan. Saat itu melihat korban memegang HP di pinggir jalan .

"Setelah merampas HP korban, tersangka langsung melarikan diri pakai motor," kata Wahyu didampingi Kanit reskrim Polsek Genteng, AKP Agung Pribadi, Selasa (18/4/2017).

Rekomendasi Untuk Anda

Begitu HP dirampas tersangka, lanjut Wahyu, korban berteriak minta tolong. Teriakan itu didengar oleh anggota Reskrim yang sedang berpatroli.

Mengetahui ada korban penjambretan, anggota melakukan pengejaran menggunakan sepeda motor hingga ke Jl Kemayoran Surabaya.

"Pelaku saat itu ditabrak oleh anggota Reskrim hingga jatuh tersungkur dan ditangkap," terang Wahyu.

Karena usianya masih di bawah umur, kata Wahyu, penahanan tersangka dititipkan di Bapas (Pemasyakatan anak).

MH dkk biasa beraksi mulai pukul 21.00 WIB higga dini hari. MH berperan sebagai eksekutor, sedangkan Sahlan berperan sebagai joki.

MH dkk biasa beraksi di Jl Rajawali, Indrapura, Blauran, Perak, Karang Menjangan, Darma Wangsa juga Demak.

Barang bukti yang disita dari pelaku berupa, satu unit HP merk Oppo dan sepeda motor Honda Vario Nopol L 3795 Qu milik pelaku.

MH sendiri mengaku, sudah terjun menjadi penjahat di jalanan sejak Demember 2016 lalu. Uang hasil kejadhatan yang dilakukann dipakai untuk senang-senang.

"Saya sering ke tempat hiburan dan main bilyard setelah melakukan kejahataan. Yang bisa menjual barang hasil kejehatan adalah Sahlan, saya taunya terima uang," aku MH. fat

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas