Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Heboh Awan Unik Bentuk Seperti Pusaran Angin, Jadi Pertanda Mistis ?

Awan itu terlihat berbentuk seperti pusaran angin dan berada di dekat kaki Gunung Klabat yang merupakan gunung tertinggi di Sulawesi Utara

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Heboh Awan Unik Bentuk Seperti Pusaran Angin, Jadi Pertanda Mistis ?
ISTIMEWA/HELTY DIPAN
Awan berbentuk seperti pusaran angin yang terlihat di dekat kaki Gunung Klabat 

TRIBUNNEWS.COM, MINAHASA - Ada yang berbeda dengan langit di Minahasa Utara, Senin (24/4/2017) sore.

Ya, ada awan yang memiliki bentuk tidak seperti biasanya.

Awan itu terlihat berbentuk seperti pusaran angin dan berada di dekat kaki Gunung Klabat yang merupakan gunung tertinggi di Sulawesi Utara.

Warga yang melihat awan ini tak melewatkan kesempatan untuk mengabadikannya.

Mereka kemudian beramai-ramai mengunggahnya ke media sosial.

"Awannya unik, tak seperti biasanya. Sungguh agung karya Tuhan," tulis pemilik akun Facebook Helty Dipan.

Awan berbentuk seperti pusaran angin yang terlihat di dekat kaki Gunung Klabat (ISTIMEWA/HELTY DIPAN)
Awan berbentuk seperti pusaran angin yang terlihat di dekat kaki Gunung Klabat (ISTIMEWA/HELTY DIPAN) ()

Tak hanya satu foto saja, warga Desa Tatelu Kecamatan Dimembe ini mengabadikan beberapa foto.

Rekomendasi Untuk Anda

Lalu apa penyebab, terbentuknya awan yang membuat warga heboh?

Kasie Obsinfo Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stamet Sam Ratulangi Manado mengatakan, bawah secara meteorologi Itu awan tersebut merupakan awan lenticularis atau lenticular clouds.

"Proses terbentuknya Lenticular Clouds, yaitu terjadi akibat arus udara yang lembab terdorong ke atas dan melintas melalui puncak gunung atau bukit yang menyebabkan kelembaban ditempat tersebut, sehingga mengembun dan akhirnya membentuk awan ini," terangnya.

Dikatakan Sutikno, awan ini secara umum merupakan awan yg unik dan tidak terkait dengan aktivitas cuaca ekstrim, fenomena awan lenticularis merupakan khas dari awan yang terbentuk di pegunungan.

"Hujan yg terjadi karena memang di sekitar awan lenticularis tumbuh awan-awan konvektif ( jenis Cumulus). Jadi sekali lagi ini tidak ada kaitannya dengan hal-hal yang tidak ilmiah," tuturnya.

Sumber: Tribun Manado
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas