Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Konvoi Pelajar Berujung Tawuran, Mendikbud Datangi SMAN 1 Klaten

Beredarnya kabar hoax berupa banyaknya korban meninggal dunia akibat aksi konvoi pelajar asal Sleman, mendapat perhatian langsung Mendikbud.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Konvoi Pelajar Berujung Tawuran, Mendikbud Datangi SMAN 1 Klaten
Tribun Jogja/Angga Purnama
Petugas mendata pelajar SMA/SMK yang terlibat konvoi dan aksi perusakan di halaman Mapolres Klaten, Selasa (2/5/2017). TRIBUN JOGJA/ANGGA PURNAMA 

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNNEWS.COM, KLATEN - Beredarnya kabar hoax berupa banyaknya korban meninggal dunia akibat aksi konvoi pelajar asal Sleman, mendapat perhatian langsung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy.

Guna memastikan kabar tersebut, Muhadjir secara khusus mendatangi SMAN 1 Klaten, Kamis (4/5/2017).

Dalam kunjungan tersebut, ia menyempatkan diri bertemu dengan siswa SMAN 1 Klaten yang menjadi korban luka dalam insiden Selasa (2/5/2017) itu.

Dalam kunjungan tersebut, Muhadjir berdialog dengan kepala SMA/SMK se-Kabupaten Klaten.

Sebelumnya, isu meninggalnya empat pelajar SMA usai merayakan kelulusan di Klaten, viral beredar di jejaring sosial Facebook.

Baca: Tawuran di Klaten Delapan Siswa Luka-luka, Kapolres: Tak Benar Ada yang Meninggal

Rekomendasi Untuk Anda

Informasi itu disertai foto muda-mudi terkapar berlumuran darah.

Mereka mengenakan seragam putih biru penuh cat warna-warni.

Kapolres Klaten, AKBP Muhammad Darwis menyangkal isu itu.

"Saya heran, kok bisa ada isu seperti itu. Tidak benar itu. Tidak ada yang meninggal," kata Darwis saat dikonfirmasi Tribun Jateng, Rabu (3/5/2017) malam.

Dia menyebut foto-foto yang dimaksud adalah tawuran di Bogor.

"Tawuran di Klaten kemarin itu hanya delapan siswa yang luka. Lima siswa alami luka ringan, satu luka sabetan gir, satu lagi luka di wajah, dan satu siswa luka sajam (senjata tajam). Mereka rawat jalan semua," imbuhnya.

Darwis mengatakan pihaknya sudah memeriksa sejumlah siswa yang terlibat tawuran.

Mereka telah dibina dan akan dikembalikan kepadaorangtua masing-masing.

"Bagi masyarakat, jangan mudah percaya info hoax. Harus cek dan ricek lagi," imbuhnya.

Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas