Sholahudin Achmad Merupakan Anak Penurut dan Berprestasi
Almahum Sholahudin merupakan anak kedua dari empat bersaudara buah hati pasangan Zaini dan Rochmatul
Penulis:
Fatkul Alamy
Editor:
Eko Sutriyanto
Laporan Wartawan Surya Fatkul Alamy
TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Keluarga Ahmad Zaini (51) dan Ny Rochmatul Chofisiyah (41) merasa kehilangan dengan meninggalnya anaknya, Sholahudin Achmad (12) saat outbound Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Kamis (18/5/2017).
Almahum Sholahudin merupakan anak kedua dari empat bersaudara buah hati pasangan Zaini dan Rochmatul.
Sholahudin yang duduk di kelas IX MTs Pondok Pesantren Mambaus Sholihin, sudah masuk pondok tersebut sejak lima tahun lalu.
"Saat kelas lima SD Mabadiul Ulum Surabaya, Sholahudin pindah belajar ke Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Gresik," sebut Ny Hj Masyitoh, bibi almarhum Shalahudin Achmad saat ditemui di rumah duka Jl Gebang Wetan No 11, Kelurahan Gebang Putih, Sukolilo, Surabaya, Kamis (18/5/2017).
Sholahudin merupakan salah satu anak kebangaan dari orangtuanya.
Selama ini merupakan anak yang selalu penurut dan tidak nakal.
Almarhum juga anak pintar, berpretasi dan taat mengaji Alquran.
"Anaknya penurut dan pinter, di kelasnya dapat ranking. Juga kerap menang di berbagai lomba. Anaknya juga selalu mengaji Alquran dan tadarusan saat bulan Ramadan," ucap Masyitoh.
Almarhum Shalahudin Achmad berkomunikasi terakhir dengan keluarganya dua hari lalu. Saat itu, dia telepon ke ibunya (Ny Rohmatul) mau pulang ke rumah pada Minggu (21/5/2017) mendatang.
"Anaknya mau acara wisuda karena sudah lulul kelas tiga (IX), katenya wisuda dilakukan dalam waktu dekat," aku Masyitoh.
Nurhasan (18), kakak kandaung almarhum Shalahudin Achmad mengaku, sangat kehilangan dengan kepergian sang adik.
Dia mengaku, jarang berkomunikasi dengan andiknya lantaran dirinya tinggal di Surabaya dan adiknya di Gresik.
"Saya terkejut dan kehilangan adik. Anakanya baik dan tidak macam-macam, perstasi si sekolah dan pondok juga bagus," aku Nurhasan.
Nurhasan berusaha tabah dan ikhlas atas kepergian adik yang dicintainya.
Dia yang sudah berkerja sebagai karwayan swasta ini mengaku, tidak tahu jika ada acara outbound untuk acara di Pondok Pesantren Mambaus Sholihin.
"Tapi, outbound merupakan acara rutin yang dilakukan di pondok setelah ada kelulusan," tutur Nurhasan.