Teka-Teki Motif Asworo Membunuh Calon Istrinya: Antara Harta dan Malu
Pembunuh tunggal Wiwid yang tak lain calon suaminya, Azz Martinus alias Asworo, sudah mendekam di Polda Sumsel. Motif pelaku masih simpang siur.
Editor:
Y Gustaman
TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Pembunuh tunggal Chatarina Wiedyawati alias Wiwid yang tak lain calon suaminya, Azz Martinus alias Asworo, sudah mendekam di Polda Sumsel.
Ekspose penangkapan Asworo di Polda Sumsel yang sedianya berlangsung pada Selasa (13/6/2017 tidak terlaksana. Polisi beralasan masih mendalami keterangan pelaku yang ditangkap di Lampung sehari sebelumnya, Senin (12/6/2017).
Polisi belum mengungkap motif di balik Asworo yang begitu begis membunuh calon istrinya. Padahal niatan mereka semula berkendara dengan mobil sewaan dari Palembang untuk menjalani sesi pemotretan pranikah di Yogyakarta.
Wiwid bahkan sudah menyiapkan gaun penganting, dres merah dan peralatan lain untuk sesi pemotretan tersebut. Di tengah jalan Asworo memukul kepala Wiwit dengan tangan kosong dan kunci mobil. Setelah tewas jasadnya dibuang ke semak-semak di Sukarame.
Baca: Cerita Bengis Asworo, Hidup Bersama Wanita Lain Usai Membunuh Calon Istrinya
Baca: Cinta Suci Wiwit Dibawa ke Liang Kubur, Tapi Begini Kejamnya Calon Suami
Belum terungkapnya motif pelaku karena polisi masih mendalami motifnya. Beredar kabar Asworo membunuh hanya karena ingin menguras harta Wiwid yang bekerja di perusahaan alat berat.
Beredar isu lain bila Asworo merasa malu dengan Wiwid lantaran semua biaya pernikahan mereka ditanggung Wiwid. Selama ini Asworo hanyalah pekerja di sebuah koperasi.
Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Maryoto mengaku penyidik belum bisa merilis tertangkapnya Asworo oleh Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel karena masih penyelidikan.
"Sekarang, dia masih diperiksa secara intensif. Pemeriksaan ini, terkait motif pasti pembunuhan yang dilakukannya," ujar Agung pada Selasa (13/6/2017).
Dijelaskan dia, Asworo selalu memberikan keterangan yang berubah-ubah terkait motif dirinya sampai tega membunuh calon istrinya sendiri.
Dari ketidakpastian itulah, penyidik memutuskan untuk melakukan pendalaman interogasi terhadap Asworo di Polda Sumsel.
"Insya Allah besok kalau sudah terungkap akan kami ekspos," kata jenderal bintang dua ini.
Menurut informasi dari berbagai sumber yang dapat dipercaya, Asworo sengaja menghabisi nyawa Wiwid lantaran tidak tahan menanggung malu lantaran biaya pernikahan mereka.
Ketika menjemput Wiwid di Prabumulih menggunakan mobil sewaan dan menuju ke Palembang, ternyata mereka tidak langsung berangkat ke Yogyakarta.
Mereka sempat menginap di salah satu hotel di Jalan Angkatan 45 Palembang. Di sini, mereka menginap semalam sebelum berangkat ke Yogyakarta.
Keesokan harinya, mereka baru berangkat menuju Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.
Jalan yang mereka lalui bukan jalan kota melainkan melalui jalan yang dikenal dengan nama
Jalan Kebun Sayur atau saat ini bernama Jalan Noerdin Pandji.
Saat melintasi jalan tersebut Asworo merencanakan membunuh Wiwid. Saat di dalam mobil, Asworo menggunakan kunci roda untuk memukul kepala Wiwid tapi tak membuatnya tewas.
Korban yang sudah dalam keadaan kepala mengalami luka, sempat mengingatkan Asworo mengenai Romo yang tidak lain bapak angkat Asworo.
Asworo tetap saja menghabisi nyawa Wiwid menggunakan kunci roda hingga akhirnya merengang nyawa. Barulah Asworo membawa mayat Wiwid ke Sukarame dan membuang jasadnya di sana.
Dari sana Asworo sempat pulang ke mesnya untuk mencuci mobil karena banyaknya bekas darah Wiwid. Barulah ia kabur dan meninggalkan mobil yang mereka sewa.
Ia kabur ke Lampung dengan mengambil barang berharga milik Wiwid termasuk ATM yang digunakan Asworo untuk mengambil uang.
Pihak keluarga membenarkan selama berpacaran Asworo selalu meminta uang kepada Wiwid yang memiliki gaji lebih besar dari dirinya. SRIWIJAYA POST