Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penjelasan Kapolda Papua Kenapa Penembak Pesawat Susi Air Sulit Diidentifikasi

Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, hingga saat ini polisi belum mengidentifikasi pelaku penembakan pesawat Susi Air di Puncak Jaya, Papua.

Penjelasan Kapolda Papua Kenapa Penembak Pesawat Susi Air Sulit Diidentifikasi
Tribunnews.com
Irjen Pol Boy Rafli Amar 

TRIBUNNEWS.COM, PAPUA - Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, hingga saat ini polisi belum mengidentifikasi pelaku penembakan pesawat Susi Air di Puncak Jaya, Papua.

Menurut dia, pelaku merupakan kelompok kriminal bersenjata yang sehari-hari hidup berbaur dengan masyarakat.

"Yang agak sedikit kesulitan, mereka berbaur, melakukan aktivitas masyarakat normal," ujar Boy di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (20/6/2017).

Saat ini, gabungan Polri dan TNI mengerahkan personel ke sejumlah pos yang telah dibangun untuk mengantisipasi aksi lanjutan.

Boy mengatakan, di sejumlah titik di Papua, terutama di wilayah pegunungan, banyak aktivitas kelompok kriminal bersenjata yang sporadis.

"Kami terus lakukan langkah untuk identifikasi pelakunya," kata Boy.

Karena mereka berbaur dengan masyarakat, maka polisi tidak bisa menggeneralisasi kelompok masyarakat tertentu.

Kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya. Bahkan, gangguan mereka juga dilakukan di pemukiman masyarakat. Setelah itu mereka kembali lagi ke tempat persembunyian.

"Biasanya diiringi motif ekonomi seperti merampas barang masyarakat," kata Boy.

Pesawat tersebut berisi lima anggota Brimob Polri dan dua warga sipil. Mereka baru kembali dari pengamanan pemungutan suara ulang di suatu distrik di Papua.

Pesawat mendarat darurat karena mengalami pecah ban akibat ditembak. Badan pesawat di bagian punggung juga terkena tembakan.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas