Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Helikopter Basarnas Jatuh

Nyoto Belum Sempat Belikan Ponsel untuk Ibunya

Dalam percakapannya, Nyoto berniat akan membelikan ponsel baru untuk Ibunya seusai bertugas.

Nyoto Belum Sempat Belikan Ponsel untuk Ibunya
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Suasana haru terlihat saat penyerahan 8 jenazah korban kecelakaan helikopter Basarnas di aula Graha Kriya Akasa Lanumad Ahmad Yani Kota Semarang , Senin (3/7/2017). Isak tangis keluarga, kerabat dan puluhan jurnalis yang meliput ikut mengiringi 8 jenazah yang akan diberangkatkan di kediamannya masing-masing. TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA 

Itu sudah menjadi kebiasaan Nyoto di saat hendak berangkat melaksanakan tugas kemanusiaan ke mana pun.

“Biasanya langsung telepon ke nomor ponsel ibunya. Tetapi kemarin ponsel ibunya rusak. Dan dalam percakapannya, Nyoto berniat akan membelikan ponsel baru untuk Ibunya seusai bertugas. Dia berjanji akan segera pulang ke rumah setelah selesai tugas pemantauan udara di Kawasan Wisata Dieng,” kata warga Mlangsen Kabupaten Blora itu.

Tak disangka itu adalah percakapan terakhir dirinya, ibunya, dan Nyoto sebelum musibah kecelakaan helikopter di Temanggung. Saat mendengar musibah itu, dirinya pun terkaget, sempat syok karena di dalam rombongan ada anaknya.

“Dia adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Adiknya yang nomor tiga juga menjadi anggota Tim Basarnas Jateng, yakni Jupri Wicaksono. Dia sejak remaja memang suka mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan sehingga kami pun merestui Nyoto untuk bergabung di Basarnas pada 2006 silam. Dia masuk di nomor 11 dari 32 orang yang diterima di Basarnas ketika itu,” ungkap dia.

Budiono (55), ayah mertua Nyoto pun kaget begitu memperoleh kabar duka tersebut.

Dia bersama keluarga memperoleh kabar Nyoto menjadi korban kecelakaan itu melalui siaran televisi pada Minggu (2/7/2017) sekitar pukul 21.00 WIB dan kepastian Nyoto meninggal dunia pada Senin (3/7/2017) sekitar pukul 03.00 WIB.

“Yang membuat kaget kami, setahu kami dia memperoleh tugas kemanusiaan di Brebes hingga Gringsing Batang. Dia sempat pulang ke Salatiga pada Lebaran hari kedua, Senin (26/6/2017), dan pada Selasa (27/6/2017) pagi berangkat ke Brebes. Pamitannya seperti itu dan berjanji akan pulang ke sini setelah tugas selesai,” jelas Budiono.

Keseharian Nyoto tidak pernah neko-neko. Terhadap saudara, orangtua, maupun para tetangga pun sangat akrab. Dia merupakan sosok yang mudah bergaul dan suka bercanda dengan siapapun. Ketika berkumpul bersama keluarga, sering bergurau.

“Pada malam takbir, Sabtu (24/6/2017), dia bersama istri dan anaknya yang berusia 8 tahun (Rifki Pradana Setiawan) ke Blora hingga Minggu (25/6/2017). Lalu Lebaran kedua ke Salatiga. Tidak ada firasat apapun. Setahu kami, sebenarnya Minggu kemarin dia libur dan berencana pulang ke Salatiga. Tetapi ternyata ada tugas mendadak ke Dieng,” terang dia.

Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas