Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jenazah Prada Yanuar Dipulangkan ke NTT untuk Dimakamkan

Jenazah Prada Yanuar sudah dipulangkan ke kampung halamannya di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk dimakamkan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Jenazah Prada Yanuar Dipulangkan ke NTT untuk Dimakamkan
Pos Kupang/Servatinus Mammilianus
Jenazah Prada Yanuar tiba di Bandara Komodo Labuan Bajo, Senin (10/7/2017). POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS 

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG - Jenazah Prada Yanuar sudah dipulangkan ke kampung halamannya di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk dimakamkan.

Jenazah dibawa dari RSAD Denpasar ke Bandara Gusti Ngurah Rai sejak Senin (10/7/2017) pukul 10.00 Wita dan diterbangkan pada pukul 14.00 Wita.

Dari pantauan Pos Kupang, pesawat pengangkut peti jenazah tiba di Labuan Bajo sekitar pukul 15.20 Wita.

Dari Bandara Komodo Labuan Bajo, peti jenazah dibawa ke Koramil.

Saat tiba di Koramil, peti jenazah dipindahkan lagi ke mobil jenazah milik Pemda Manggarai Barat (Mabar), lalu melanjutkan perjalanan ke Reo sekitar pukul 16.30 Wita.

Danrem 163/Wirasatya, Kolonel Arh I Gede Widiana, mengatakan jenazah dipulangkan atas permintaan dari orangtua Prada Yanuar.

Baca: Putra Anggota DPRD Provinsi Bali Tersangka Utama Kasus Pengeroyokan yang Tewaskan Prada Yanuar

Rekomendasi Untuk Anda

"Pesan orangtuanya, korban dimakamkan di kampung halamannya," katanya kepada Tribun Bali saat ditemui di Markas Korem 163/Wirasatya, Denpasar.

Seorang prajurit yang seangkatan korban juga diutus untuk mendampingi kepulangan jenazah hingga ke kampung halamannya.

Proses kepulangan jenazah juga difasilitasi oleh Kodam IX/Udayana.

"Dimakamkan dengan upacara militer sesuai dengan ketentuan terhadap prajurit militer," jelasnya.

Menurut penjelasan Widiana, Prada Yanuar merupakan siswa Susjurta Infanteri, dalam artian yang bersangkutan sudah melalui tahap dasar militer dan sudah dilantik sebagai perwira dua.

Pasca peristiwa ini, pihaknya meminta kepada para anggota untuk tidak mengambil langkah sendiri untuk mencegah adanya balas dendam dan memercayakan proses hukum yang sedang berjalan di ranah penyidik kepolisian.

"Yang saya tekankan kepada jajaran kami atas petunjuk panglima, untuk menjamin dan menjelaskan kepada anggota untuk tidak mengambil langkah sendiri, percayakan proses hukum," tegasnya. (pos kupang)

Sumber: Pos Kupang
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas