Kaca Mobil Ketua Fraksi Gerindra Dipecah, Uang Bantuan Kelompok Tani Rp 400 Juta Raib
Uang bantuan dari provinsi untuk kelompok tani sebesar Rp 400 juta raib digasak pencuri.
Editor: Dewi Agustina

Dikatakannya, pelaku tidak mengambil semua uang di dalam mobil. Pelaku hanya mengambil dua tas masing-masing berisi uang Rp 200 juta di dalam mobil. Total uang yang digondol Rp 400 juta.
"Jumlah total uang di dalam mobil Rp 800 juta yang disimpang di empat tas. Masing-masing tas berisi Rp 200 juta. Yang diambil pelaku hanya dua tas,” ujar Heri.
Bantuan Pembangunan Irigasi
Uang yang disikat pencuri itu merupakan uang bantuan dari provinsi untuk empat kelompok tani di wilayah Kecamatan Kanigoro.
Keempat kelompok tani itu dari Desa Bangle, Desa Papungan, Desa Sawentar, dan Desa Gogodeso.
Tiap kelompok tani masing-masing mendapat uang bantuan sebesar Rp 200 juta. Rencananya, uang bantuan itu untuk pembangunan saluran irigasi di masing-masing desa para kelompok tani yang menerima bantauan.
"Uang bantuannya untuk pembangunan saluran irigasi," kata perwakilan kelompok tani Rukun Tani Desa Bangle, Pujianto yang ikut mengamnbil uang bantuan ke bank.
Ia mengatakan pencairan uang bantuan tersebut sebenarnya langsung ke masing-masing kelompok tani. Mereka memang janjian dengan kelompok tani lain untuk mengambil uang ke bank bersama-sama.
Tujuannya agar pengambilan uang ke bank lebih aman. Mujib, selaku ketua Gapoktan Kabupaten Blitar, ikut mendampingi para kelompok tani mencairkan uang ke bank.
"Kami pulang bareng-bareng, biar ramai, biar aman," ujar Pujianto.
Perwakilan kelompok tani Desa Papungan, Arif Efendi mengatakan pengajuan uang bantuan itu sudah sejak awal tahun.
Pencairan uang bantuan baru Juli 2017 ini. Sebenarnya, tiap tahun, para kelompok tani mengajukan uang bantuan dari provinsi.
Tapi pengajuan uang bantuan itu belum tentu disetujui oleh provinsi.
"Tahun ini baru mendapatkan uang bantuan," katanya.
Sebenarnya, saat hendak mencairkan uang bantuan para perwakilan kelompok tani sudah membawa tas sebagai tempat uang.
Mereka juga bisa membawa sendiri-sendiri uang bantuan tersebut. Tapi agar lebih aman, uang bantuan itu dijadikan satu dititipkan ke mobil Mujib. Lalu mereka bersama-sama mampir mencari makan terlebih dulu.
Ternyata nasib berkata lain, uang bantuan yang ditaruh di mobil Mujib malah digasak pencuri saat ditinggal makan. (Surya/Samsul Hadi)