Kecelakaan Mobil di Candi Kidal Sarat Keanehan, Netizen Kaitkan dengan Hal Mistis Ini
Pemandangan aneh terlihat di Candi Kidal ketika sebuah mobil Kia Karnival Nopol BE 2844 GH menabrak candi itu.
Editor:
Rendy Sadikin
TRIBUNNEWS.COM - Pemandangan aneh terlihat di Candi Kidal ketika sebuah mobil Kia Karnival Nopol BE 2844 GH menabrak candi yang menjadi simbol penghormatan kepada Anusapati itu, Selasa (25/7/2017).
Informasi yang dihimpun suryamalang.com di lapangan, pengendara mobil itu adalah seorang dokter yang bernama Joko Agus Gunawan.
Joko adalah warga Dusun Rejo Kidal, Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.
Namanya Diana Korkunova, Bayi Imut di Bungkus Popok Itu Kini Menjelma Jadi Model Cantik https://t.co/dOjiUFXk59 via @tribunnews
— TRIBUNnews.com (@tribunnews) July 26, 2017
Rumahnya hanya berjarak sekitar 500 meter dari Candi Kidal.
Ia diketahui sering melakukan ritual di Candi Kidal.
Dijelaskan oleh penjaga candi, Siti Romlah, kejadian itu terjadi pada pukul 24.00 wib.
Saat itu, terdengar suara keras dari halaman candi.
Suara keras terdengar dua kali.
“Setelah mendengar adanya suara, warga kemudian keluar dan mendapati sebuah mobil sudah berada di depan candi,” kata Siti Romlah, Selasa (25/7/2017).
Suara pertama terdengar ketika mobil menabrak pagar tembok.
Suara kedua terdengar ketika mobil menabrak bagian depan candi.
Jarak antara tembok dengan candi sekitar 70 meter.
Anang Sempat Curhat Emoh Punya Anak, Eh Ashanty Kini Kebobolan Lagi? https://t.co/lD3VnlM6o0 via @tribunnews
— TRIBUNnews.com (@tribunnews) July 26, 2017
Ada taman dan undakan di jalur menuju candi.
Namun anehnya, mobil itu bisa meluncur menabrak candi.
Sejumlah warga heran karena mobil itu menabrak candi.
Apalagi mengingat jarak antara pagar tembok ke candi cukup jauh.
"Iya aneh. Bagaimana bisa ya?" tanya seorang warga yang melihat di lokasi.
"Saya tidak habis pikir, padahal di sini jalannya kecil, tapi mobil bisa menabrak tembok dan nyelonong ke candi," kata Ahmad warga sekitar.
Siti Romlah yang berada di lokasi saat kejadian mengatakan kalau Joko dalam kondisi tidak sadar ketika menabrak tembok dan candi.
Warga sempat kesulitan mengeluarkan Joko karena pintu mobil tidak bisa dibuka.
Saat mencoba menolong Joko, sebuah kotak hitam yang berada di dalam mobil berbunyi.
Warga pun berhamburan menjauh dari mobil.
Sejumlah warga heran karena mobil itu menabrak candi.
Apalagi mengingat jarak antara pagar tembok ke candi cukup jauh.
"Iya aneh. Bagaimana bisa ya?" tanya seorang warga yang melihat di lokasi.
"Saya tidak habis pikir, padahal di sini jalannya kecil, tapi mobil bisa menabrak tembok dan nyelonong ke candi," kata Ahmad warga sekitar.
Siti Romlah yang berada di lokasi saat kejadian mengatakan kalau Joko dalam kondisi tidak sadar ketika menabrak tembok dan candi.
Warga sempat kesulitan mengeluarkan Joko karena pintu mobil tidak bisa dibuka.
Saat mencoba menolong Joko, sebuah kotak hitam yang berada di dalam mobil berbunyi.
Warga pun berhamburan menjauh dari mobil.
Pasalnya, bunyi “tut tut tut” itu dikira bom.
“Ternyata buka bom, itu alarm pengaman. Warga kembali mendekat setelah bunyi alarm berhenti,” lanjut Romlah.
Warga kemudian memecah jendela kaca mobil untuk mengelaurkan Joko.
Saat berhasil dikeluarkan, Joko masih belum sadarkan diri.
Peristiwa itu sempat membuat geger warganet.
Mereka menuntut pengusutan tuntas terkait peristiwa itu.
Salah satunya adalah netizen pengguna Facebook dengan nama Dwi Cahyono yang menuliskan artikel terkait kecelakaan itu.
USUT TUNTAS, CANDI DITABRAK MOBIL !!!
"TRAGEDI CANDI KIDAL"
Padahal,
Candi Kidal tak sedang nyeberang jalan.
Posisinya jauh di dalam seberang jalan.
Namun, kok bisa-bisanya ditabrak mobil.
Berarti, yang memotong jalan mobilnya.
Lantas ditabrakkan ke posisi Candi Kidal.
Wah wah wah, konyol tenan.
Apapun itu, tentu ada latar kejadian yang musti diungkap dan hasilnya dipublis sebagai penjelas perkara. Bagaimana bisa, sungguh-sungguh mengherankan, tengah malam (sekitar ukul 24 WIB) tadi, mobil berplat nomor BE 2844 CH nyelonong dari jalan Raya Kidal (arah: utara-selatan). Dengan bantingan setir tajam 90 derajad dan kecepatan minggi mampu menjebol pagar bata (T 1,5 meter) samping utara gerbang situs. Lantas anjlok sedalam sekitar 0,5 meter ke halaman depan situs.
Tidak cukup sampai disitu, mobil melaju meski melewati jalan pedestrian dan deretan tanaman hias. Akhirnya mobil jenis kijang berwarna biru muda itu melompat dan terjun ke halaman utama Candi Kidal. Moncong mobil sempat menabrak sisi depan pipi tangga (balustrade) candi. Padahal, jalan pedestrian antara gapura depan ke halaman utama candi (arah : barat-timur) itu cukup jauh (sekitar 80 meter), menurun bertangga, bahkan di ujungnya ke arah halaman utama (halaman III) terelevasi terjal (sekitar 1,5 m) dan dilengkapi pagar keliling halaman utama candi (T sekitar 60 Cm).
Modus apa dibalik kejadian ini. Perusakan situs, pencurian artefak, ataukah ada hal-hal spesifik dan luar biasa lainnya? Kendaraan hanya berisi seorang, yang sebenarnya berprofesi sebagai tenaga medis profesional warga setempat. Dia lah yang pada tengah malam itu bertindak bagai pengemudi.liar. Tengah dalam kondisi fisis, psikis atau mungkin mitis apa gerangan dia, sehingga mobil yang dikendarainya bepacu liar menerjang terjang situs Candi Kidal. Kini latar kejadiannya masih sedang didalami oleh Aparat Berwewenang (Polisi Polsek Tumpang). Sabar lah menunggu hasil penyelidikan dan klarifikasi dari Penegak Hukum ini.
Sebagai catatan, pada beberapa tahun lampau, pernah terjadi pencurian artefak-artefak di Candi Kidal, termasuk sepasang arca kepala naga di ujung pipi tangga. Untung berhasil ditemukan kembali. Kejadian kali ini belum tentu dengan motif it. Pelakunya tunggal, keadaan sekitar candi -- meski tengah malam -- masih ada beberapa warga yang terjaga dan benturan mobil dengan pagar depan menimbulkan suara keras. Oleh karena itu, motif-motif lainnya musti diusut tuntas, apa latar atau modusnya.
Apapun latarnya, petaka arkeologis tersebut telah menimbulkan kerusakan pada pagar dan gerbang depan situs, dan dalam skala tertentu merusak bagian depan pipi tangga candi induk serta stuktur sisa platfera di depan candi induk. Lebih daripada itu, jelas melukai rasa budaya. Mengingat Candi Kidal adalah tinggalan utama Kerajaan Singhasari, tempat pendharmman raja Anusapati, serta telah ditetapkan sebagai BCB Peringkat Nasional. Semoga petaka serupa tidak menimpai dan tak boleh terjadi lagi di situs-situs pada tempat/daerah lain, yang menambah deret panjang perusakan.situs (Cagar Budaya) di Negeri Indonesia. Mari jalin keeratan untuk lestarikan bersama.
Berikut komentar netizen melalui jejaring sosial Facebook:
Rulli Suprayugo Padahal candinya lumayan jauh dr jalan... Dan ada pagere mubeng... Kok yo isooo
Indie T. Ogawa Om Dwi Cahyono, sampek sekarang saya masih ngumun, gak masuk akal..., kog bisa ya om.. saya sbg warga malang asli jg menyayangkan kejadian ini.
Indie T. Ogawa Tapi coba diingat lagi peristiwa bus pahala kencana masuk ditengah hutan di Blora (mistis tapi realitanya ada)...nah bisa jadi mobil ini juga mengalami hal seperti itu. Mistis lebih dekat dengan tempat2 seperti tkp (ini dugaan saja berdasarkan logika yang mungkin ato tidak mungkin) tapi yang jelas kalau dari unsur perusakan kok jauh dari logika.
Indie T. Ogawa Yang pasti kalau kecelakaan itu gak mungkin.
Karena kalau kecelakaan, baru nabrak dinding bata pertama pasti sudah akan berhenti.
Kalau masih tancap gas itu pasti karena dengan sadar ada yang dituju.
Sengaja mau merusak, itu sudah pasti, tapi siapa yang menyuruh dan alasannya apa, itu yang perlu diselidiki.
Orangnya langsung tangkap aja, dan jangan dilepas sampai ngaku.
Periksa juga kadar alkohol dan narkoba di darah pelaku.
Baca tanpa iklan