Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Anggarannya Hanya 231 Meter, Satgas TMMD Sengkuyung Tinggikan Jalan Sepanjang 260 Meter

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap II 2017 resmi ditutup, Rabu (2/8/2017).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Muh Radlis
Editor: Sugiyarto
zoom-in Anggarannya Hanya 231 Meter, Satgas TMMD Sengkuyung Tinggikan Jalan Sepanjang 260 Meter
Tribun Jateng/Muh Radlis
Dandim 0710 Pekalongan, Letkol Inf Heri B Wahyudi saat apel penutupan program TMMD Sengkuyung tahap II. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Radlis

TRIBUNNEWS.COM, PEKALONGAN - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap II 2017 resmi ditutup, Rabu (2/8/2017).

Penutupan program ini dipimpin langsung Komandan Kodin 0710 Pekalongan, Letkol Inf Heri B Wahyudi di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.

Heri mengatakan, program TMMD kali ini mencakup dua aspek, fisik dan non fisik.

Untuk program fisik, kata Heri, pihaknya membangun jalanan yang terendam oleh air rob.

Jalan desa sepanjang 231 meter ditinggikan setebal 0,5 meter dari semula.

"Sebenarnya programnya hanya 231 meter, tapi kami lebihkan jadi 260 meter panjangnya," kata Heri.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara untuk program non fisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, kesehatan, bahaya narkoba hingga bahaya kelompok radikal.

"Kami bersinergi dengan instansi lain," katanya.

Untuk TMMD selenjutnya, Heri mengatakan akan dilaksanakan pada bulan Oktober atau November 2017.

Program ini nantinya akan dilaksanakan di Desa Talun, Kabupaten Pekalongan.

"Targetnya tetap jalan, infrastruktur yang mendukung peningkatan ekonomi masyarakat," katanya.

Komandan Satgas TMMD Sengkuyung tahap II 2017, Kapten Inf Jamalludin Abbas, mengatakan, TMMD Sengkuyung tahap II dilaksanakan selama satu bulan, mulai dari 4 Juli hingga 2 Agustus 2017.

Personel TNI yang dilibatkan dalam Satgas TMMD sebanyak 40 orang.

"Banyak masyarakat yang membantu, kalau hari kerja kami kerjakan malam. Tapi kalau akhir pekan kami kebut kerja siang hari," kata Jamal.

Menurut Jamal, selama pelaksanaan program itu, pihaknya tidak mendapat rintangan. "Malah masyarakat yang banyak membantu kami menyelesaikan program ini," katanya.

Sumber: Tribun Jateng
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas