Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ganjar Pranowo Tunggu Waktu yang Pas Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Cagub Jateng

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan dirinya akan mengambil formulir bakal calon gubernur Jawa Tengah dalam waktu dekat.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Ganjar Pranowo Tunggu Waktu yang Pas Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Cagub Jateng
Tribun Jateng/Rival Almanaf
Membaur dan memberi semangat. Itulah yang dilakukan Ganjar Pranowo Gubernur Jateng saat main rebana bareng anak-anak SLB B dan C Yaspenlub, Demak, (15/5/2017). TRIBUN JATENG/RIVAL ALMANAF 

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan dirinya akan mengambil formulir bakal calon gubernur Jawa Tengah dalam waktu dekat.

Saat ini Ganjar masih mencoba menyesuaikan dengan padatnya agenda tugas sebagai gubernur.

Saat dihubungi Tribun Jateng melalui telepon selulernya, Senin (7/8/2017) malam, Ganjar mengungkapkan, Senin siang ia baru saja sampai di Semarang usai dari Yogyakarta.

Itupun langsung menerima tamu dari sejumlah pihak yang telah menunggu di ruang kerja, serta agenda lain.

"Ini soal waktu saja, karena agenda masih cukup padat dan saya masih memprioritaskan beberapa kegiatan yang kita mesti bereskan dalam waktu pendek ini di tingkat provinsi. Maka kita lagi coba atur waktu saja, kapan waktu luang yang agak lebih enak untuk bisa mengambil," katanya.

Ia mengatakan, sebenarnya sudah ada rencana untuk mengambil formulir, bahkan sudah berkomunikasi dengan Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko.

Baca: Seorang Pemuda Jual Pacarnya yang Masih SMP, Tarifnya Rp 600 Ribu Sekali Kencan

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau waktunya ternyata mepet dan kemudian kita harus lebih cepat, ya bukan tidak mungkin kita mengambil bareng-bareng (bersama Wagub Heru Sudjatmoko), lebih bagus itu," ujarnya.

Politikus PDI Perjuangan ini juga menyampaikan, formulir nantinya akan ia ambil di Kantor DPD PDI Perjuangan Jateng, di Jalan Brigjen Katamso Semarang.

Sebagaimana yang ia lakukan saat mendaftar sebagai bakal calon di tahun 2012 lalu, meski dari Jakarta sebagai Anggota DPR RI, tetap datang ke DPD PDI Perjuangan Jateng.

"Ya harus di DPD, meskipun diperbolehkan daftar di DPP. Tapi saya akan ikuti yang ada di Jawa Tengah, karena kita akan menghormati proses yang sudah ditentukan oleh DPD PDIP Jawa Tengah," tandasnya.

Saat ditanya apakah dalam pengambilan formulir nantinya menguasakan pada seorang utusan, Ganjar belum bisa menjawab.

Ia hanya menyampaikan saat ini masih diupayakan untuk penyesuaian agenda yang masih padat.

"Belum tahu, kita nanti mengambil praktisnya saja. Karena memang begitu padatnya agenda. Itu kan soal teknisnya saja, cuma mengambil kemudian balikin. Jadi beberapa hari ini agenda kita memang padat," katanya.

Ia menegaskan, prinsipnya akan mengikuti semua prosedur yang sudah ditetapkan oleh partai, yakni harus mendaftar dan sebagainya.

Jika sampai saat ini belum mengambil formulir, menurutnya hanya persoalan waktu saja, tidak ada yang lain.

"Dan kita sudah sepakat tidak ada yang eksklusif, semua harus sama, semua harus mengikuti prosedur yang sama, maka saya sepakati, maka saya ikuti," kata Ganjar.

Seperti diberitakan, DPD PDI Perjuangan Jateng telah membuka pendaftaran bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur mulai 24 Juli sampai 11 Agustus 2017.

Sampai saat ini, terdapat 21 orang yang mengambil formulir pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur di DPD PDI Perjuangan Jateng.

Empat orang di antaranya mengambil formulir bakal calon gubernur, selebihnya mengambil formulir bakal calon wakil gubernur.

Baca: Pemuda Jual Pacarnya kepada Pria Hidung Belang: Kami Hanya Membantu Teman Mendapat Uang

Maksimal 11 Agustus
Wakil Sekretaris DPD PDIP Jateng, Ahmad Ridwan, mengatakan, sesuai ketentuan yang dibuat oleh partai, pengambilan formulir dan pengembaliam formulir dimulai 24 Juli dan maksimal 11 Agustus 2017.

Partainya mempersilakan bagi siapapun untuk mendaftar, baik politikus dari internal kader partai maupun luar partai PDI Perjuangan, akademisi, advokat, dan masyarakat umum yang merasa memiliki kompetensi dan potensi.

"Jadi sekarang masih dibuka pendaftaran. Sejauh ini ada yang sudah daftar dari bupati aktif, wali kota, mantan bupati, akademisi, pensiunan TNI, pengusaha, politikus, dan lainnya," katanya.

Namun, siapapun yang mendaftar juga wajib mengisi surat pernyataan bahwa nantinya harus mendukung nama-nama yang dipilih oleh Ketua Umum.

"Termasuk juga harus siap ketika saat daftar adalah untuk bakal cawagub tapi ternyata oleh ketua umum ditunjuk sebagai calon gubernur, dan sebaliknya. Jadi harus siap,” katanya.

Setelah proses pendaftaran, nantinya akan terlebih dahulu dilakukan tes wawancara pada para pendaftar. Kemudian semua berkas akan dikirim ke DPP untuk dikeluarkan rekomendasi.

"Untuk rekomendasi dikeluarkan kapan itu mutlak di Ibu Ketua Umum, kalau pengalaman sebelumnya biasanya mendekati waktu akhir pendaftaran bakal calon oleh KPU," katanya.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul menegaskan, saat mendaftar, pihaknya tidak melarang jika bakal calon membawa pendukungnya, termasuk mengemas dengan konsep kesenian tradisional dan sebagainya.

Meskipun DPD Jateng telah membuka pendaftaran, bakal calon juga boleh mendaftar di DPP PDI Perjuangan di Jakarta. Namun ia menyarankan, bakal calon sebaiknya mendaftar di DPD saja.

"Saran saya agar ada jalinan emosional sebaiknya daftarnya di DPD dulu, jangan tiba-tiba di DPP," katanya.

Dicontohkannya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mendaftar bacagub di tahun 2012 juga di DPD PDI Perjuangan Jateng meskipun yang bersangkutan adalah Anggota DPR RI. Bahkan saat mendaftar juga membawa 600 pendukung.

Selain itu, ia juga menegaskan, bakal calon yang akan mendaftar dilarang membawa pendukung yang mengatasnamakan instansi partai.

Baik atas nama instansi DPC, PAC maupun ranting. Sebab institusi partai hanya bergerak jika ada perintah DPP.

"Ini bisa menimbulkan dinamika yang tidak sehat. Kalau atas nama kader mendukung ya boleh saja," katanya.

Pada proses pendaftaran, kata Bambang Pacul, tidak dipungut biaya. Survei ke publik usai pendaftaran akan dibiayai sepenuhnya oleh partai.

"Kalau ada yang mengaku mengatasnamakan partai dan meminta uang, silakan laporkan ke saya, akan saya konfrontir," tegasnya. (TRIBUNJATENG/CETAK)

Sumber: Tribun Jateng
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas