Foto: Geger! Buaya di Sungai Luk Ulo Bikin Resah, Kebal Tembakan dan Santai Berjemur
Warga di pinggiran sungai Luk Ulo Kebumen Jawa Tengah digegerkan dengan kemunculan buaya muara di sungai
Editor: Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki
TRIBUNNEWS.COM, KEBUMEN - Warga di pinggiran sungai Luk Ulo Kebumen Jawa Tengah digegerkan dengan kemunculan buaya muara di sungai yang bermuara di Laut Selatan tersebut.
Mulyadi, warga desa Rantewringin RT 2/2 Kecamatan Buluspesantren Kebumen mengatakan buaya itu biasa menampakkan diri saat siang hari waktu sepi.
Buaya yang disaksikannya berukuran sekitar 5 meter dengan sisik punggung bewarna hitam.
Baca juga: Ada Ibu-ibu Mengaku Nabi Ini, Ada Pernyataan Tertulis, Isinya Bikin Tercengang!
Saat berjalan di air, separuh badan atasnya terlihat menyembul ke permukaan sungai berkedalaman sekitar 3 meter itu.
Buaya itu sesekali menepi untuk berjemur beberapa saat, lalu kembali lagi mencebur ke sungai.
"Buaya terlihat sejak awal Juli 2017 lalu. Saya bahkan sempat abadikan ke video saat buaya tampak," katanya, Kamis (10/8).
Kemunculan buaya di sungai Luk Ulo ini cukup mengkhawatirkan.
Pasalnya, sungai itu selama ini menunjang kehidupan masyarakat. Warga biasa memanfaatkan sungai itu untuk keperluan Mandi Cuci Kakus (MCK).
Air sungai Luk Ulo jadi kebutuhan sentral, terutama bagi warga yang tak memiliki sumur, atau warga yang sumurnya kekeringan akibat kemarau.
Sejak buaya tampak, sungai menjadi sepi. Masyarakat memilih menghindari berkegiatan di sungai karena takut diserang buaya.
Dalam memenuhi kebutuhan MCK nya, sebagian warga memilih menumpang ke sumur warga lain yang masih ada sumber airnya.
"Sejak kemunculan buaya itu, untuk aktivitas MCK di sungai, hampir tidak ada yang berani," katanya.
Buaya itu ternyata sempat hendak dilumpuhkan.
Warga sekitar pernah memberondong buaya itu dengan peluru senapan.
Sayang, peluru itu tak mampu menembus kulit keras binatang buas tersebut. Buaya itu pun kembali berenang bebas di air.
"Kena tapi tidak apa-apa. Gak mempan mungkin," kata Mulyadi. (*)