Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kades Blak-blakan, Ternyata Sang Istri Lakukan Hal Tak Biasa ini Sebelum Tewas

Sugiyanto, Kepala Desa Sidojangkung, Gresik masih menyimpan pertanyaan tentang kematian istrinya, Luluk Diana.

Kades Blak-blakan, Ternyata Sang Istri Lakukan Hal Tak Biasa ini Sebelum Tewas
Surya/Rorry Nurmawati
Mayat Luluk Diana dievakuasi dari Hutan Watublorok, Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Selasa (8/8/2017). SURYA/RORRY NURMAWATI 

TRIBUNNEWS.COM, GRESIK - Sugiyanto, Kepala Desa Sidojangkung, RT 10/RW III, Kecamatan Menganti, Gresik masih menyimpan pertanyaan tentang kematian istrinya, Luluk Diana yang ditemukan tewas di Hutan Watublorok, Mojokerto.

Sugiyanto masih tak mengerti kenapa istrinya sampai harus ke Mojokerto untuk mengambil uang di bank dalam jumlah besar.

Diceritakan Sugiyanto, sebelum kejadiaan, Luluk pamit berangkat kerja, pukul 09.00 wib.

"Kebetulan saya sedang rapat di luar kota. Istri pamit (izin) kerja via telepon jam sembilan pagi. Setelah itu tidak ada kontak lagi," kata Sugiyanto, saat menunjukan foto keluarga, Rabu (9/8/2017).

Setelah putus kontak itu, Sugiyanto berusaha mencari kabar melalui teman-temannya dan kepolisan sektor Menganti.

Tak lama ia justru mendengar kabar mengejutkan sore harinya, jika istrinya telah ditemukan tewas.

"Informasinya, pukul 10.22 wib telah mencairkan uang di bank wilayah Mojokerto sebesar Rp 150 juta. Apakah ada yang mengikuti atau tidak tahu. Padahal tidak pernah ke bank Mojokerto. Biasanya, kalau tidak ke PTC atau di Citraland," imbuhnya.

(Repro) Foto semasa hidup mendiang Luluk Diana (kanan) bersama sang suami, Kades Sidojangkung, Kecamatan Menganti, Gresik.
(Repro) Foto semasa hidup mendiang Luluk Diana (kanan) bersama sang suami, Kades Sidojangkung, Kecamatan Menganti, Gresik. (surabaya.tribunnews.com/Sugiyono)

Sugiyanto menambahkan, uang Rp 150 juta itu untuk memberi tanda jadi pembelian tanah plus rancangan juga untuk pengembangan perumahan.

"Uang itu untuk uang muka pembelian tanah untuk pengembangan perumahan," katanya.

Salah satu tetangga Luluk Diana menuturkan, almarhumah dikenal sangat baik kepada warga.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Rendy Sadikin
Sumber: Surya
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas