Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Uang Hasil Penipuan Dihabiskan Dua Pria Ini untuk Senang-senang dan Main Perempuan

Aksi yang dilakukan Jonson dan Firdaus menggunakan modus bisa menyembuhkan aneka penyakit dengan batu giok merah

Uang Hasil Penipuan Dihabiskan Dua Pria Ini untuk Senang-senang dan Main Perempuan
Surya/Fatkul Alamy
Kapolsek Wonokromo Surabaya, Kompol Agus Bahari (kiri) menunjukan barang bukti yang yangd isitad ari dua pelaku penipuan, Kamis (10/8/2017). 

Laporan Wartawan Surya Fatkul Alamy

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Tim Anti Bandit Polsek Wonokromo Surabaya mengungkap aksi penipuan lintas provinsi.

Dua pelaku, Jonson alis Sultan Saleh (36) asal Jl Raden Patah, Cibodas Tengerang dan Sri Firdaus (45) asal Serdang Wetan, Legok, Tengerang diringkus dan kini ditahan.

Aksi yang dilakukan Jonson dan Firdaus menggunakan modus bisa menyembuhkan aneka penyakit dengan batu giok merah.

Tapi batu giok palsu lantaran cuma benda mainan yang biasa dijual di pasaran.

Baca: Polda Metro Jaya Rilis Tersangka dan Barang Bukti Kasus Penipuan Siber Asal Tiongkok dan Taiwan

Jonson mengaku sebagai orang Kesultanan Brunei Darussalam dan bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Firdaus bertugas meyakinkan para korban supaya percaya apa yang dilakukan Jonson.

Mereka di Surabaya menipu salah satu korban dan melapor ke polisi, yakni Zubaidah (49), asal Sidotopo Wetan Baru.

Zubaidah saat itu jadi korban ketika di restoran di Marvell City didatangi Jonson dan mengaku mendapat wasiat untuk menghibahkan batu mustika giok merah di museum di Surabaya.

Baca: Kathkeen Warga Perancis Curi Cincin Bermata Giok di Bandara Ngurah Rai

Kepada korban, Jonson meminta ditunjukan kantor museum di Surabaya.

Tapi korban tak tahu kantor museum yang dimaksud, dan tiba-tiba datang Firdaus (palaku lainnya) dan mengaku warga Sidoarjo dan tahu museum yang dimaksud Jonson.

Selanjutnya, pelaku pura-pura meminta tolong membuktikan batu giok merah di hadapan korban.

Setelah pelaku mencoba batu mustika giok merah dengan cara di masukkan ke dalam air, Firdaus meyakinkan korban jika air merah dapat menyembuhkan segala penyakit.

Baca: Bocah Sekarat Berikan Uang Pengobatan untuk Saudarinya yang Juga Sakit: Papa, Selamatkan Adikku

Ketika itu, Firdaus mencoba mengusap air yang sudah dimasukkan batu giok palsu itu ke hidungnya yang tengah sakit flu.

Usai diusapkan, Firdaus mengaku sembuh dari penyakitnya.

Korban ternyata penasaran, kemudian mencoba air yang sebelumnya sudah dimasukkan batu giok.

Firdaus yang sejak awal sudah menyiapkan telur yang di dalamnya diisi jarum kemudian mengusap usap keseluruh tubuh korban.

Setelah telur dibuka, korban pun kaget lantaran telur sudah berisi jarum.

Baca: Sindikat Penipuan Online 93 WNA Terbongkar, Polresta Sidoarjo Sidak Pengungsian WNA

Korban pun panik dan minta disembuhkan oleh Jonson.

Pelaku Jonson minta syarat mahar Rp 200 ribu.

Selain itu, Jonson meminta PINd an sebuah ATM korban, selanjutnya ATM tersebut di lipat dengan menggunakan tisu.

Melalui kecepatan tangan, pelaku mengganti ATM yang ada dalam tisu dengan kartu ponsel perdana.

Setelah itu, pedua pelaku kabur meninggalkan korban.

Baca: Baru Pacaran Kenal di Facebook, Cewek Cantik Kuras ATM Karyawan Bank Rp 100 Juta

Tak lama setelah kabur, kedua pelaku menguras isi di ATM korban.

Korban yang sadar telah menjadi korban penipuan langsung melaporkan kejadian yang dialaminya ke Mapolsek Wonokromo, Jumat (4/8/2017) lalu.

Kompol Agus Bahari, Kapolsek Wonokromo Surabaya menuturkan, kedua pelalu diamankan di Bali, Senin (7/8/2017).

Ini bermula dari pelacakan HP milik pelaku yang telah dilaporkan korban.

"Tim Anti Bandit mengejar sampai Bali dan akhirnya bisa ditangkap," kata Agus, Kamis (10/8/2017).

Baca: Korban longsor tambang batu giok di Myanmar, 90 orang tewas

Setelah dilakukan penmeriksaan, kedua pelaku ini merupakan sindikat penipuan lintas provinsi. Modus yang dipakai juga sama dengan media batu giok palsu.

Di Surabaya, pelaku beraksi di Mall Lotte Mart, Marvel, Cito, Ciputra World, PTC dan JMP.

Selain di Surabaya, pelaku beraksi di Purwokerto Jateng, Cirebon Jabar, Bengkulu dan Medan.

"Sementara yang melapor satu orang yang sudah mengalami kerugiasn Rp 38 juta," terang Agus.

Tersangka Jonson kepada polisi mengaku, uang hasil menipu dipakai senang-senang dengan wanita dan judi.

"Uangnya saya buat senang-senang di Bali bersama wanita. Setelah melakukan penipuan di Surabaya, saya dan teman ke Bali," kata Jonson.

Penulis: Fatkul Alamy
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas