Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Perusahaan Pembuat Garam Polisikan Pengunggah Video Garam Campur Kaca

PT Sumatraco Langgeng Makmur melaporkan pengunggah video garam bercampur kaca dan tawas di media sosial (medsos) ke Polda Jatim, Jumat (18/8/2017).

Perusahaan Pembuat Garam Polisikan Pengunggah Video Garam Campur Kaca
Surya/Fatkul Alamy
Bagus Teguh Santoso (kiri) menunjukkan surat laporan polisi di depan SPKT Polda Jatim, Jumat (18/7/2017). SURYA/FATKUL ALAMY 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - PT Sumatraco Langgeng Makmur melaporkan pengunggah video garam bercampur kaca dan tawas di media sosial (medsos) ke Polda Jatim, Jumat (18/8/2017).

Perusahaan garam yang berkantor di Surabaya itu merasa dirugikan atas video yang sempat viral di medsos.

Tim kuasa hukum PT Sumatraco melaporkan pengunggah video ke SPKT Polda Jatim dengan nomor TBL/47/VIII/2017/SUS/Jatim.

"Kami laporkan pengunggah pertama di medsos. Video di medsos sempat heboh dan viral, pertama kali muncul di Lamongan itu dan dikatakan ada garam bercampur kaca," kata Bagus Teguh Santoso, kuasa hukum PT Sumatraco di SKKT Polda Jatim, Jumat (18/8/2017).

Menurut Bagus Teguh, beredarnya video yang mengatakan ada garam bercampur kaca sangat berdampak. Perusahaan kliennya yang memproduksi garam kemasan merk Kerapan Sapi dan Sarcil cukup dirugikan dengan beredarnya video tersebut.

Karena peredaran garam produksi kliennya di Nusa Tenggara Timur (NTT) terganggu. Padahal, garam tidak bercampur kaca atau benda lainnya.

"Kami melapor ke polisi (Polda Jatim) dan klarifikasi. Karena distributor banyak komplain dan perusahaan klien kami dirugikan," ucap Bagus Teguh sambil menunjukkan akun pengunggah video gambar garam ke medsos.

Sebuah video yang menggambarkan garam bercampur butiran mirip serpihan kaca, batu kristal dan tawas heboh di medsos sejak Julai 2017 lalu.

Di tempat terpisah, Direktur Reskrimsus (Direktorat Kriminal Khusus) Polda Jatim, Kombes Pol Widodo membenarkan jika ada laporan dari salah satu perusahaan pembuat garam membuat laporan ke SPKT pada Jumat (18/8/2017).

"Kami akan mencari pengungggah pertama ke medsos. Ada laporan soal Undang-Undang ITE, kaitannya pencemaran nama baik di internet," tutur Widodo. (fat)

Penulis: Fatkul Alamy
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Surya
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas