Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pria Datang ke Polsek Denpasar Barat dengan Bersimbah Darah, Ini yang Terjadi

Heru Tom Adikoesoemo (46), pria keturunan Tionghoa asal Surabaya Jawa Timur mengalami penganiayaan berat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Pria Datang ke Polsek Denpasar Barat dengan Bersimbah Darah, Ini yang Terjadi
Istimewa
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR- Heru Tom Adikoesoemo (46), pria keturunan Tionghoa asal Surabaya Jawa Timur mengalami penganiayaan berat.

Ia ditusuk orang tak dikenal di kosnya di Jalan Pura Demak VIII Denpasar Barat.

Kejadian ini terjadi pada Selasa (22/8/2017) dini hari tadi.

"Kejadiannya subuh sekitar pukul 03.10 hingga pukul 04.00 Wita," ujar sumber di internal kepolisian yang enggan disebut namanya, Selasa (22/8/2017).

Baca: Bupati Tabanan Resmi Sandang Status Janda, Ditanya Soal Alasan Cerai, Ini Jawabannya

"Korban sudah melapor dan diperiksa. Masih berdarah-darah waktu melapor," imbuh sumber.

Informasi yang dihimpun, bahwa untuk motif belum diketahui.

Rekomendasi Untuk Anda

Hanya saja, korban bersama seorang perempuan berinisial RI.

RI sendiri mengaku bahwa kejadian itu sekitar pukul 04.00 Wita, sebelumnya RI sudah tidur terlebih dahulu meninggalkan korban di ruang makan.

"Pekiraan kejadian sekitar subuh itu. Pokoknya, korban saat itu sendiri di ruang makan dan RI sedang mau tidur. Tiba-tiba ada serangan. Kondisi ruangan dan kamar memang gelap," jelas sumber.

Korban disinyalir kuat, dianiaya dengan senjata tajam.

Baca: Festival Seks di Hutan Makan Korban: Seorang Pria Tewas, Satu Perempuan Pingsan

Hampir seluruh tubuhnya mendapat tikaman.

Kejadian itu akhirnya dilaporkan ke polisi.

Korban mengaku pada penyidik bahwa memiliki hutang cukup besar.

Dan belum bisa membayar.

RI merupakan janda yang sudah tiga tahun lalu bercerai.

RI pun baru mengenal korban sebulan yang lalu.

Ternyata, terlapor orang tak dikenal itu meninggalkan barang bukti berupa cincin kuningan untuk gagang golok yang ditemukan di atas kasur.

Gagang golok tersebut diduga milik pelaku untuk melukai korbannya.

Selain itu, ditemukan pula tiga pisau belati sarung coklat, satu pedang samurai hitam, dua pucuk airsoft gun yang semua milik korban.

Terpisah, Kapolsek Denbar Kompol Gede Sumena membenarkan kejadian penganiayaan berat itu.

Hanya saja, pihaknya tidak bisa berkomentar lebih jauh. Karena dalam penyelidikan mendalam.

"Masih diselidiki. Dan kasus ini penganiayaan berat," bebernya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas