Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Guru Honorer Bergaji Rp 80 Ribu Sebulan Terancam Dibui, Ini Pemicunya

Masyuk sendiri sangat kasihan kepada guru olah raga tersebut yang mengajar dengan sungguh-sungguh dan upah yang pas-pasan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Guru Honorer Bergaji Rp 80 Ribu  Sebulan Terancam Dibui, Ini Pemicunya
wytv.com
Ilustrasi penjara 

TRIBUNNEWS.COM, GRESIK – Seorang guru olahraga di sebuah SMP Swasta di Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik terancam dibui setelah dipolisikan orangtua siswa.

Guru olahraga ini diduga memukul siswanya sampai terluka. 

Informasi dari sekolah, guru olahraga ini bukan guru PNS yang gajinya sangat minim.

"Kasihan gurunya, hanya mendapatkan upah Rp 80.000 sebulan dan sepekan hanya dua kali mengajar olah raga,” kata Masyuk, Kepala SMP swasta tersebut.

Menurut Masyuk, pihak sekolah dan guru sudah mengaku bersalah.

Masyuk sendiri sangat kasihan kepada guru olah raga tersebut yang mengajar dengan sungguh-sungguh dan upah yang pas-pasan.

Baca: Guru Honorer Ini Ternyata Teribat Dalam Aksi Membakar Joya

Rekomendasi Untuk Anda

Diberitakan sebelumnya, guru ini dilaporkan ke Polsek Kedamean oleh orangtua yang tidak terima anaknya dipukul.

Informasi yang dihimpun sementara ini, DR (12), siswa kelas VII tersebut, dipukul sang guru karena tidak mau berbaris meski telah diminta masuk ke dalam barisan.

Selain itu, remaja ini juga tak menghiraukan sang guru.

Karena emosi, sang guru memukul wajah pelajar itu menggunakan buku. Akibatnya, pelipisnya mengalami luka.  

Baca: Gaji Guru Honorer di Batang Tak Cukup Beli Bedak

“Pukulan terakhir terkena bagian klip sehingga mengakibatkan kulit di bawah pelipis mata luka,” kata remaja tersebut saat diwawancarai, Jumat (25/8/2017).

Tahu bahwa murid yang baru dipukulnya luka, guru olahraga itu langsung berusaha memberikan pertolongan.

Si murid, juga dipulangkan lebih awal. 

Ditambahkannya, sesampainya di rumah, bocah ini tak berani bercerita kepada orangtuanya.

Namun tetap saja, teman sekolahnya yang tinggal di desa yang sama, membocorkan insiden itu. 

Baca: Terlibat skandal korupsi dengan mantan presiden Korsel, pewaris Samsung dipenjara lima tahun

Karena tak terima, orangtua DR mendatangi sekolah untuk meminta pertanggungjawaban.

Pihak sekolah pun menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan bersedia menanggung biaya pengobatan. 

Walau demikian, orangtua murid ini tetap tak terima dan melapor ke Polsek Kedamean. 

"Masih kita mintai keterangan. Anggota bhabinkamtibmas meminta keterangan untuk melihat permasalahan yang sebenarnya," kata Kapolsek Kedamean, AKP I Made Jatinegara saat dikonfirmasi. 

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas