Nicholas Tewas Setelah Terseret Ikan di Laut Klungkung
Korban dikabarkan hilang terseret arus saat melakukan aktivitas spear fishing (menembak ikan) di sekitar Pantai Batu Bolong, Desa Bunga Mekar, Nusa Pe
Editor:
Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, BALI - Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Kepolisian, TNI, BPBD Klungkung dan warga Kamis (31/8/2017) pagi melanjutkan upaya pencarian terhadap Nicholas Reich (32).
Korban dikabarkan hilang terseret arus saat melakukan aktivitas spear fishing (menembak ikan) di sekitar Pantai Batu Bolong, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, Rabu (30/8/2017).
Upaya pencarian juga melibatkan tim penyelam dari pihak keluarga korban.
Pencarian terhadap Nicholas Reg (32) dilanjutkan pukul 08.30 Wita.
Tim SAR Denpasar dan didukung 3 unit speed boat yang saling berkoordinasi dan membagi area pencarian.
Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Suastika menjelaskan, Nicholas Reg yang diketahui tinggal di Sanur, Denpasar itu dikabarkan melakukan aktivitas spear fishing di Pantai Batu Bolong, yang teretak di selatan Pulau Nusa Penida, Rabu (30/8/2017) sekitar pukul 16.20 Wita.
Ketika itu, ia menyelam bersama rekannya bernama Kupit.
Sementara rekannya yang lain yakni Mario bersiaga di atas speedboat.
Sebelum kejadian Nicholas dan Kupit menyelam di kedalaman sekitar 20 meter.
Kupit saat itu melihat Nicholas menembak ikan dan langsung tepat sasaran.
Namun, saat itu Nicholas bukannya naik ke permukaan, namun ia justru ditarik ikan sampai kedalaman sekitar 40 meter.
Kupit pun menunggu beberapa saat, namun Nicholas tidak kunjung muncul.
Atas apa yang dilihatnya, Kupit langsung kepermukaan dan berteriak meminta tolong kepada kakaknya, Mario yang sedang berada di atas speed boat yang jaraknya tak jauh dari lokasi.
Kupit pun menceritakan kepada Mario jika Nicholas hilang ditarik ikan
Mengetahui Nicholas hilang, Mario secara spontan melompat dan menyelam untuk berusaha mencari Nicholas.
Namun upaya itu belum membuahkan hasil.
Pencarian tak hanya berhenti sampai disana.
Penyelaman kembali dilakukan dan ditemukan senjata korban mengapung dengan peluru masih tersangkut di karang dan tali yang melingkar diantara karang.
Sesaat setelah kejadian, pencarian terus diupayakan dengan meliatkan relawan penyelam gabungan yang bearangkat dari Sanur, termasuk juga mengerahkan tim Basarnas.
Namun karena hari sudah gelap, pencarian Rabu (30/8/2017) dihentikan.
"Setelah menerima informasi tetsebut, kejadian itu langsung di laporkan ke Basarnas. Sampai saat ini, Kamis (31/8) proses pencarian masih dilakukan, ada yang memakai boat, ada juga minta informasi di nelayan," terang Suastika.
Lanjutan pencarian terhadap korban dilakukan Kamis (31/8) dengan upaya penyelaman yang difokuskan di sekitar area ditemukan pelampung korban di seputaran Pantai Batu Bolong.
Selain itu, tim SAR gabungan juga melakukan penyisiran di permukaan air laut.
Saat hari mulai siang atau sekitar pukul 10.30 wita, tim penyelam berhasil menemukan Nicholas dengan kondisi meninggal dunia di kedalaman kisaran 50 meter, tepatnya pada koordinat 08 46,421 S – 115 29,126 E atau 200 meter dari titik korban dinyatakan hilang.
Jenazah Nicholas lalu dievakuasi ke atas boat dan selanjutnya dibawa menuju Pantai Semawang.
Sementara itu tim dari Kantor SAR Denpasar bersama Pusdalops Provinsi Bali sudah standby untuk proses evakuasi selanjutnya menuju daratan.
Sekitar pukul 11.25 Wita speedboad yang membawa korban telah sampai di Pantai Semawang.
Setelah tiba di daratan, pihak keluarga membawa jenazah Nicolas ke RSUP Sanglah
"Jenazah korban ditemukan tim SAR 200 meter sebelah di selatan Pantai Batu Bolong," Jelas Kompol I Ketut Suastika.
Penulis: Eka Mita Suputra
berita ini sudah dimuat di tribunbali.com dengan judul: Nicholas Tewas Terseret Ikan di Laut Klungkung, Mayat Tak Naik ke Permukaan, Tertahan di Dasar Laut!