Tribun

Pengusaha Nakal Jual Miras Tanpa Izin di Samarinda Diancam akan Ditutup Usahannya

Pengusaha nakal yang masih menjual minuman keras (miras) tanpa izin, siap-siap berurusan dengan aparat penegak perda, Satpol PP Kota Samarinda.

Editor: Sugiyarto
zoom-in Pengusaha Nakal Jual Miras Tanpa Izin di Samarinda Diancam akan Ditutup Usahannya
Tribun Kaltim/Christoper Desmawangga
Petugas Satpol PP Kota Samarinda mengamankan satu kardus miras bermerek tanpa izin dari hasil sidak ke sebuah resto di Jalan Tekukur, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (15/2/2017). TRIBUN KALTIM/CHRISTOPER DESMAWANGGA 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA -  Pengusaha nakal yang masih menjual minuman keras (miras) tanpa izin, siap-siap berurusan dengan aparat penegak perda, Satpol PP Kota Samarinda.

Kasi Ops Satpol PP Kota Samarinda, Teguh Setyawardana menjelaskan, pihaknya tengah gencar dalam menertibkan pengusaha tempat hiburan malam (THM), tempat karaoke, hingga warung pinggir jalan, yang memperjual belikan miras tanpa izin.

Hingga saat ini sudah terdapat ribuan botol miras yang disita Satpol PP, dari hasil razia yang dilakukan sejak awal tahun ini.

"Tempat karaoke yang jual tanpa izin, kita akan sita mirasnya, dan kalau terus melanggar hingga tiga kali, kita akan cabut izin operasinya," tegasnya, Kamis (14/9/2017).

Pihaknya pun tidak akan pandang bulu dalam melakukan penindakan, termasuk warung pinggir jalan yang kerap menjual miras golongan A.

"Kalau tempat karaoke keluarga jual miras, itu jelas melanggar, untuk karaoke dewasa juga tidak bisa serta merta dapat menjual miras, harus dilengkapi dengan izin juga," tuturnya.

Dia menilai, rata-rata pengusaha THM memiliki izin menjual miras hanya golongan A. Namun, tak jarang dalam razia didapati miras golongan lainnya, dengan dalih tamu membawa miras tersebut dari luar.

Tak hanya THM, namun juga hotel, serta guest house yang juga kerap menjual miras tanpa izin. "Seperti guest house di jalan Ir Juanda, kita pernah dapati miras disana, dan beberapa hotek kelas melati," ungkap Teguh.

"Seperti warung di simpang Sempaja, karena sering terjaring razia, akhirnya tidak jualan miras lagi. Kita harap pengusaha dapat taat aturan, kalau tidak ya kita tindak tegas," ucapnya. (*)

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas