Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Karantina Pekanbaru Musnahkan 4 Ton Bawang Ilegal

Turut hadir sebagai saksi dari instansi terkait adalah Polda Riau, Polres Siak, Dinas Tanaman Pangan Provinsi Riau, Bea Cukai Pekanbaru dan Karantina

zoom-in Karantina Pekanbaru Musnahkan 4 Ton Bawang Ilegal
Istimewa
Sebanyak 4 ton bawang merah tak berdokumen lagi-lagi coba diselundupkan para penyelundup melalui jalur laut tidak resmi di Pelabuhan Sungai Rawa, Desa Mengkapan, Kecamatan Sei Apit, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. 

TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 4 ton bawang merah tak berdokumen lagi-lagi coba diselundupkan para penyelundup melalui jalur laut tidak resmi di Pelabuhan Sungai Rawa, Desa Mengkapan, Kecamatan Sei Apit, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Penyelundupan bawang merah yang diduga berasal dari Malaysia tersebut berhasil digagalkan oleh Satpolair Polres Siak yang kemudian diserahkan kepada petugas karantina untuk dimusnahkan, Jumat (15/9/2017).

Dalam rilis yang diterima, bawang merah tersebut dimusnahkan karena melanggar Pasal 31 ayat 1 Jo. Pasal 5 huruf a, huruf b dan huruf c Undang-Undang RI No. 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Baca: Ratusan Payung Rajut Berbagai Kota Dipamerkan di Solo

Menurut undang-undang tersebut, pemasukan bawang merah dari luar negeri harus dilengkapi sertifikat kesehatan (phytosanitary certificate) dari negara asal, dimasukkan melalui tempat pemasukan yang ditetapkan, dan dilaporkan kepada petugas karantina untuk dilakukan tindakan karantina.

Pemusnahan dipimpin langsung oleh Kepala Karantina Pekanbaru, Imam Djajadi dan didampingi oleh Kepala Seksi Karantina Tumbuhan, Rina Delfi, serta Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan, Ferdi.

Turut hadir sebagai saksi dari instansi terkait adalah Polda Riau, Polres Siak, Dinas Tanaman Pangan Provinsi Riau, Bea Cukai Pekanbaru dan Karantina Ikan.

Rekomendasi Untuk Anda

“Pemusnahan kami lakukan untuk mengantisipasi masuk dan menyebarnya organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) dari luar negeri seperti serangga Delia antiqua, D. Platura, nematoda Ditylenchus destructor dan OPTK lainnya yang dapat menimbulkan kerugian bagi tanaman lokal.

Selain itu, pemusnahan dilakukan untuk menimbulkan efek jera bagi pelaku serta melindungi petani lokal terhadap serbuan produk pertanian ilegal,” ujar Imam.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas