Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

'Seandainya Eva Hari Itu Tidak Mengecek Gaun Pengantin'

Siapa yang bisa menyangka, Eva yang rencananya melangsungkan pernikahan 7 Oktober 2017, meninggal dengan cara tragis, disambar kereta api.

'Seandainya Eva Hari Itu Tidak Mengecek Gaun Pengantin'
Tribun Medan/Royandi Hutasoit
Undangan yang disebar, Eva Yanti Lumbangaol tewas mengenaskan disambar kereta api saat melintasi persimpangan (TRIBUN MEDAN / ROYANDI HUTASOIT) 

Laporan wartawan Tribun Medan, M.Fadli

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN -- Mendengar kabar kematian Eva Yanti boru Lumbangaol, pihak keluarga calon mempelai laki-laki tidak percaya.

Siapa yang bisa menyangka, Eva yang rencananya melangsungkan pernikahan 7 Oktober 2017, meninggal dengan cara tragis, disambar kereta api.

Baca: Wanita Dalangi Pembunuhan Paranormal, Cara Menghabisinya yang Bikin Ngilu

Baca: Wanita PNS Selingkuh Dengan Debt Collector Digerebek Suami Sendiri di Hotel

Dewi, adik Dohar Manullang, calon suami Eva. Dewi mengatakan, Eva pada Senin (25/09/2017), berniat mengecek penyelesaian gaun pengantinnya ke tempat penjahit baju pengantin, yang sudah dipesannya.

Sayang, itu pula yang mengantarkan Eva menghampiri ajalnya. " Mendengar kabar itu, saya terkejut. Awalnya tidak percaya," kata Dewi saat ditemui Tribun Medan.com di Jalan Rumah Sakit, Brayan Bengkel, Medan, Selasa (26/09/2017).

Jika saja, hari itu Eva belum berniat mengambil gaun pengantinnya? Tapi, mungkin juga sudah takdir. Yang jelas, saat itu, Eva juga mau mengantarkan sejumlah undangan pernikahannya.

Dewi mengatakan, jenazah ke wilayah Humbang, kampung korban. "Sudah dibawa, semua keluarga ke sana," ujar Dewi.

Pernikahan Eva bersama Dohar Manullang seharusnya akan dilaksanakan pada 7 Oktober mendatang. Calon pengantin tersebut, bahkan sudah menyebar sejumlah undangan pernikahan.

Namun, siapa sangka, takdir berkata lain. Eva Yanti yang menumpang Go-Jek, menemui ajal, setelah disambar kereta api di perlintasan Jalan Danau Singkarak Kota Medan, Senin (25/9/2017).

"Eva Yanti baik, dan sopan. Ia berjualan telur di Pasar Melati tepatnya di belakang Plaza Medan Fair," kenang Dewi.

Kata Dewi, calon istri abangnya itu pernah mengenyam pendidikan di ISTP (Institut Sains dan Teknologi TD Pardede). Orangnya mandiri, tidak mau menyusahkan siapapun.

Sebelumnya, Eva dan Dohar memang telah melangsungkan acara pertunangan mereka.

Dewi turut memperlihatkan, foto kebahagiaan kedua pasangan, bersama keluarga saat melangsungkan acara pertunangan di Gereja HKBP Nomennsen, Jalan Rumah Sakit, Pulo Brayan Bengkel, Medan. Selamat jalan Eva Yanti!.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas