Begini Kata Ganjar Soal Terobosan Kartu Tani Jadi Program Nasional
Kementerian Pertanian berkomitmen terus mengembangkan program kartu tani secara nasional.
Editor:
Y Gustaman
Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda
TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Kementerian Pertanian berkomitmen terus mengembangkan program kartu tani secara nasional.
Program yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jateng itu sementara telah diberlakukan di Pulau Jawa.
"Seperti Jawa Timur, Banten, dan Daerah Istimewa YogyakartA. Memang Jateng sebagai inisiator," kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementan, Momon Rusmono, Selasa (10/10/2017).
Menurut Momon, berdasarkan potensi yang ada program kartu tani ini bisa diaplikasikan secara nasional.
Kementan sudah memiliki sistem informasi manajemen penyuluhan, data kelompok tani dan gabungan kelompok tani.
"Data-data ini bisa sebagai dasar untuk mengembangkan kartu tani di provinsi lain," katanya.
Kartu tani mempermudah petani memperoleh pupuk, bibit, dan akses permodalan di bidang pertanian. Jika masih ada yang belum optimal, ia menilai hal itu wajar karena termasuk sistem baru.
"Insya Allah ke depan jauh lebih baik dan positif, serta semua bisa terdata dengan baik 'by name by address'," katanya.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut baik rencana pemerintah mengembangkan kartu tani di seluruh provinsi di Indonesia.
"Sudah (diterapkan) beberapa provinsi, sudah diperintahkan untuk menyusun itu, tinggal masing-masing provinsi saja karena ini akan menjadi data nasional," ujar Ganjar.
Ia menjelaskan, kartu tani merupakan langkah mengoptimalkan distribusi pupuk bersubsidi secara enam tepat: jenis, jumlah, harga, mutu, waktu dan tempat.
Program ini juga untuk membantu mengalokasikan bantuan sarana produksi pertanian secara tepat sasaran.
Melalui kartu tani diharapkan dapat menyetabilkan harga komoditi pertanian saat mengalami lonjakan harga di pasar.
Karena kartu ini terhubung pada sistem informasi pertanian Indonesia (Sinpi) yang juga memuat luas lahan hingga jenis komoditas yang ditanam.
Bahkan, lanjutnya, saat ini kartu tani juga sudah terintegrasi dengan aplikasi berbasis web dengan nama regopantes.com.
Sehingga, membantu petani memangkas rantai distribusi hasil panen untuk sampai ke konsumen, dan bisa mendapatkan harga yang pantas.
Ganjar menyebutkan, hingga akhir Juli 2017 penyerahan kartu tani di Jateng sudah mencapai 92.13 persen atau mencapai 1,506,160 petani dari total jumlah petani yang terdaftar yakni 1,634,862 orang.
Sebanyak 84,65 persen atau 1,383,914 petani sudah menerima dan dapat memanfaatkan kartu itu.